| |
Thursday, 08 March 2012 15:53
Article Index
Politisi Kosmopolitan Partai Ka’bah
Demokrasi Untuk Jaga NKRI
Pemberantasan Buta Konstitusi
Urgensi Lembaga Khusus
Berkaca dari Sahabat Nabi
All Pages
Berkaca dari Sahabat Nabi
Suatu ketika seorang sahabat dan anaknya menemui Nabi Muhammad SAW. Dia curhat karena anaknya tak mau diatur. Dia meminta petunjuk dan nasihat dari Nabi agar anaknya patuh dan berbakti kepada orangtua. Nabi bertanya kepada orangtua itu mengenai hakhak anak yang sudah dipenuhinya.

Sahabat kaget dan balik bertanya kepada Nabi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan hak-hak anak tersebut. Nabi menjelaskan setidaknya ada tiga hak anak. Pertama, anak harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang baik dari orangtuanya. Kedua, orangtua harus menciptakan lingkungan yang baik bagi anaknya. Ketiga, memberi anak dengan nama yang baik.

Ketika nabi menanyakan kepada anak sahabat tersebut, ternyata tak satu pun dari ketiga hak anak tersebut yang dipenuhi orang tuanya. Anak kecil itu, misalnya diberi nama Ju’al, yang dalam bahasa Arab berarti anak keledai.

Kisah sahabat inilah yang menjadi pegangan Lukman dalam upayanya menghasilkan keluarga yang berkualitas. Menikah dengan Trisna Willy, guru bimbingan dan konseling di SMAI Al Azhar Sisingamangaraja, dan dikarunia tiga anak: Naufal Zilal Kamal dan Zahira Humaira, keduanya kuliah di Universitas Indonesia, serta si bungsu Sabilla Salsabilla masih di SMP.

Di tengah kesibukannya, Lukman menyisihkan waktu untuk keluarga. Hari Minggu sedapat mungkin dimanfaatkan untuk urusan keluarga karena itu hak keluarga. “Itulah saat yang tepat berdiskusi dengan anak-anak, menyerap berbagai perkembangan dan keluhan mereka”, katanya. Lukman menambahkan, “Tempat favorit kami berkumpul adalah rumah makan”. Ia mengaku tak terlalu fanatik mengenai tempat. “Kami biasa mendiskusikan dimana tempat yang akan dituju, bahkan termasuk soal pilihan menu makan, hahaha...”, tutur mantan Ketua Fraksi PPP di DPR ini.

Barangkali itulah salah satu cara Lukman menanamkan demokrasi. Ia sangat yakin, demokrasi yang berakar kuat adalah demokrasi yang diajarkan sejak dari keluarga. Karena itu, sudah seharusnya demokrasi ditanamkan sejak dini mulai dari rumah atau keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat.



Add comment


Security code
Refresh

LHS 2012/Harlah PPP ke-39