Wakil Ketua MPR: Jadikan Sukarno Pahlawan Nasional

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Saifuddin, menilai penting pemberian gelar pahlawan nasional untuk bapak pendiri bangsa, Sukarno

"Pemberian gelar pahlawan nasional sebagai pengingat agar kita tidak lupa dan lalai melanjutkan cita-citanya," katanya dalam rilis yang diterima Tempo pada Jumat, 8 Juni 2012.

Menurut dia, yang diperlukan sekarang adalah kesedian semua elemen bangsa memberikan gelar pahlawan nasional kepada proklamator kemerdekaan RI itu. "Ini merupakan penghormatan atas jasa-jasa besarnya," ucap Lukman.

Ia pun berpendapat, masyarakat Indonesia semestinya tidak terpenjara secara politik hanya karena adanya Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang pencabutan kekuasaan Sukarno sebagai Presiden RI sekaligus melarang Sukarno berpolitik. "TAP (Ketetapan) MPR itu kini sudah tidak berlaku."

Lukman, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, menjelaskan bahwa pada 2003 MPR mengeluarkan TAP MPR Nomor I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan MPR Tahun 1960-2002. "Maka TAP MPRS mengenai Sukarno tadi dinyatakan tidak perlu dilakukan tindakan hukum lebih lanjut. "Baik karena bersifat einmalig (final), telah dicabut, maupun telah selesai dilaksanakan," tuturnya.

ANANDA PUTRI

Jum''at, 08 Juni 2012 | 18:09 WIB

Top