Empat Pilar Dirumuskan untuk Merajut Keberagaman

“Empat Pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk merajut keberagaman,” ujar Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi narasumber tunggal dalam Sosialisasi 4 Pilar untuk anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PBPMII) di Lt. 8, Gedung PBNU, Kramat, Jakarta, 14 Juni 2012.

Lebih lanjut dalam acara yang dihadiri puluhan anggota Kopri PBPMII Se-Jakarta dan Ciputat, Tanegrang Selatan, Banten, itu, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan 4 Pilar sebenarnya bukan barang yang baru. Keempat pilar itu sudah lama dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Pendiri bangsa merumuskan hal yang demikian sebab mereka paham betul realitas bangsa dan negara.

Realitas bangsa dan negara adalah, Indonesia adalah negara yang besar, dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sebagai negara kepulauan terbesar. Diibaratkan kalau naik pesawat dari Sabang, di wilayah terbarat, hingga Merauke, wilayah paling timur, memerlukan waktu sampai 8 jam. Waktu tempuh ini seperti penerbangan dari Jakarta menuju ke negara-negara di kawasan Timur Tengah, seperti Teheran dan Jeddah. Luasnya Indonesia ini juga membuat ada 3 zona waktu. “Negara-negara Eropa mereka hanya memiliki 1 zona waktu,” ujarnya. Lebih lanjut dipaparkan, dari luasnya wilayah ini, di Indonesia memiliki beragam suku, etnis, dan bahasa.

Dari besar dan beragamnya Indonesia dan isinya inilah yang menurut Lukman Hakim Saifuddin menyebabkan perbedaan. Perbedaan atau keragaman itu merupakan fitrah dan  sunnatullah. “Oleh karena itu jangan ada yang mempunyai pikiran untuk menyeragamkan,” tegasnya.

Menghadapi keberagaman ini, para pendiri bangsa memiliki kearifan. Kearifan yang dilahirkan adalah dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar persatuan dan kesatuan.  Dari sinilah Lukman Hakim Saifuddin mengulangi kalimat yang diucapkan di atas, “Empat Pilar yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk merajut keberagaman.”

Era reformasi dan globalisasi diakui sebagai sebuah tantangan bagi bangsa Indonesia. Banyak nilai-nilai reformasi dan globalisasi setiap hari hadir di tengah-tengah masyarakat bahkan masuk dalam ke ruang-ruang privat. “Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai. Allhamdulillah kalau nilainya positif. Sayang kalau nilainya menyimpang,” paparnya. “Faktor negatif inilah yang bisa membuat bangsa Indonesia tercerabut dari akar-akarnya,” tambahnya.

Untuk itulah maka MPR melakukan Sosialisasi 4 Pilar. Sosialisasi ditujukan agar nilai-nilai 4 Pilar bisa hadir dan diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat. Dihadapan anggota Kopri PBPMII, Lukman Hakim Saifuddin mengharuskan kader muda NU itu menyumbangkan pemikirannya kepada bangsa dan negara. “Kader muda NU mempunyai tanggung jawab agar proses kehidupan bangsa tetap pada on the track,” harapnya.

Ketua PBNU, Maksum Mahfud, yang hadir dalam kesempatan itu menuturkan bahwa 4 Pilar merupakan tema besar dan bukan basa-basi. Dalam masalah pilar negara, dikatakan oleh Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM itu sudah selesai. Namun masalahnya di sini bahwa pilar negara belum diimplementasikan. “Hari ini kita ingin menguatkan 4 Pilar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Maksum Mahfud menceritakan peran orang NU yang menjadi anggota PPKI, Wachid Hasyim, yang dalam setiap rapat selalu mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan. Diungkapkan, Wachid Hasyim menyetujui tujuh kata dalam Piagam Jakarta dihapus. “Untuk menghormati teman-teman dari Indonesia bagian Timur,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kopri PBPMII, Irma Mutoharoh, mendukung adanya Sosialisasi 4 Pilar. Diuraikan, sesuai dengan misinya, PMII akan mengepalkan tangan dan siap maju paling depan demi utuhnya NKRI. Namun ia mendorong agar masalah-masalah keadilan, pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, dan hal-hal lain yang menyimpang dari semangat 4 Pilar harus segera dituntaskan. “Kopri PBPMII akan lebih mengedepankan 4 Pilar dalam setiap gerak gerik dan tindakan,” paparnya.

Ardi Winangun, Kamis, 14/06/2012 15:43

Top