Lukman Hakim Saifuddin: Optimis Bangsa Indonesia Tetap Jaga Nilai Luhur Pancasila

Sejak dimulainya era reformasi, menyebabkan masuknya nilai-nilai kehidupan yang sangat beragam. Perkembangan teknologi yang semakin modern menjadikan masyarakat Indonesia berubah. ”Perubahan cara pandang/mindset/paradigma dari masyarakat inilah yang juga masuk dalam tatanan nilai”. Hal ini dikemukakan Lukman Hakim Saifuddin dalam membuka pelatihan untuk pelatih/Training of Trainers (TOT) di Pangkalpinang, Provinsi Kep. Bangka Belitung, Jumat 15/6.

Lebih lanjut Lukman mengungkapkan perubahan cara pandang tersebut menyebabkan perlunya untuk sekedar mengingatkan kembali akan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yaitu pancasila. Menurut Lukman Pelatihan yang diselenggarakan MPR  ini tidaklah untuk menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi dengan mengingatkan sesuatu yang telah kita miliki yaitu empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD NRI tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tungal Ika). Untuk memahami perbedaan yang sangat beragam tersebut dimana lebih dari 240 juta jiwa penduduk, bahasa yang ratusan jumlahnya serta beraneka ragam budaya  dan juga letak geografis yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, para pendiri bangsa berhasil merumuskan suatu yang yang menjadi pengikat perbedaan bangsa dengan suatu istilah dengan nama pancasila. Meski serbuan budaya maupun nilai-nilai yang masuk ke Indonesia begitu banyak dan bervariasi seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan jaman, namun Lukman tetap optimis bahwa bangsa Indonesia akan tetap memegang nilai luhur pancasila. Sehingga nilai-nilai pancasila tetap menjadi pegangan ataupun pedoman masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Acara pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh wakil gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung H. Rustam Effendi , Sekda, Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Kep. Bangka Belitung, serta anggota-anggota MPR selaku narasumber. Menurut Muhammad Rizal selaku ketua panitia acara mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari 50 orang guru PKn, 20 orang dosen serta 30 orang dari organisasi keagamaan, kemasyarakatan serta kepemudaan. Pelatihan ini berlangsung mulai tanggal 15 – 19 Juni 2012. Dan ini merupakan acara TOT yang ke-9 yang telah dilaksanakan oleh MPR ditahun ini, imbuhnya. Menurut Muhammad Rizal pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh kepada peserta mengenai empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MPR, Jumat, 15/06/2012 20:08

Top