MPR Usulkan Pembentukan Badan Pemasyarakatan 4 Pilar

JAKARTA (Suara Karya) Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengusulkan agar pemerintah membentuk Badan Pemasyarakatan Empat Pilar Bernegara agar sosialisasi bisa lebih efektif dan fokus karena MPR sudah menjadi pembuka jalan.

"Negara sebesar ini harus punya badan atau lembaga khusus dalam ranah eksekutif yang fokus dan intens memasyarakatkan empat pilar bernegara kepada masyarakat," kata Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, selama ini tugas sosialisasi empat pilar bernegara diemban oleh MPR. Namun, tambahnya, dengan keterbatasan MPR tak memungkinkan lagi untuk memenuhi seluruh permintaan sosialisasi empat pilar dari berbagai lapisan masyarakat.

"Sementara anggota MPR juga disibukkan dengan tugas-tugas DPR dan DPD, jadi akan mengalami kesulitan," kata Lukman.

Padahal, katanya, sosialisasi empat pilar bernegara yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan BhinnekaTunggal Ika, merupakan hal yang sangat penting bagi negara sebesar Indonesia.

Hal itu, kata dia, mengingat bahwa masyarakat sekarang makin terasing dengan nilai-nilai jatidiri bangsa. Jiwa gotong royong, bermusyawarah, solidaritas sosial, tambahnya kini makin tercerabut dari kehidupan kita.

"Religiusitas tak lagi mendatangkan kemaslahatan, tapi malah dijadikan dasar tindak kekerasan dan faktor disintegrasi. Karena itu perlu internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika pada diri segenap anak bangsa secara sistematis, terstruktur, dan massif," kata Lukman.

Lukman menjelaskan, Indonesia memiliki Pancasila yang dipuja dunia, tapi malah melupakannya. Ke-Indo-nesiaan bangsa kini makin tergerus oleh nilai-nilai global yang sesungguhnya bukan milik kita.

MPR saat ini, mcnurut Lukman, memang fokus mensosialisasikan empat pilar tersebut melalui berbagai kegiatan seperti mewajibkan setiap anggota MPR melakukan sosialisasi di daerah pemilihan masing-masing setiap reses, pelatihan pelatih, diskusi terfokus, seminar, lomba cerdas cermat, lomba karya tulis, dan sebagainya.

Namun, mcnurut dia, keterbatasan MPR tak memungkinkan lagi untuk memenuhi seluruh permintaan sosialisasi empat pilar dari berbagai lapisan masyarakat (ormas ke.agamaan, ormas kepemudaan, lembaga pendidikan, LSM, dll) yang makin banyak.

"MPR sifatnya sebagai "pembuka jalan" saja. Masak MPR sebagai lembaga negara di ranah legislatif akan terus-terusan mengadakan lomba cerdas cermat SLTA tentang empat pilar. Tapi kalau tidak, siapa yang memulai," kata Lukman. (Joko si/http://bataviase.co.id/node/590361)

 

 

 

Top