Wakil Ketua MPR Sesalkan Lemahnya Intelijen di Sampang

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan lemahnya kinerja intelijen dalam mengantisipasi pecahnya konflik di Sampang, Jawa Timur. Menurutnya, aparat intelijen semestinya bisa berkaca pada kejadian serupa pada Desember 2011.

"Ya, sayangnya aparatur negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah itu tidak cukup cepat dan itu sudah diakui Presiden. Presiden menyatakan bahwa intelijen lemah, tidak bisa mengantisipasi, tidak bisa mendeteksi munculnya letupan itu. Padahal itu yang kedua, sebelumnya pernah terjadi di Desember 2011," ujar Lukman di kompleks Gedung Parlemen Senayan, Rabu (29/8/2012).

Menurut Lukman, selain melakukan penegakan hukum, polisi harus cepat melakukan pendekatan menyeluruh secara komprehensif untuk menangani masalah itu. Itu dikarenakan peristiwa di Sampang tak hanya dipicu oleh satu persoalan. "Tokoh-tokoh formal harus melibatkan yang informal. Untuk bisa menyelesaikan, tidak hanya penegakan hukum semata," ujarnya.

Peristiwa penyerangan kelompok minoritas Islam Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terjadi pada Minggu (26/8/2012) sekitar pukul 11.00 WIB. Penyerangan tersebut menyebabkan dua orang tewas, lainnya terluka, dan puluhan rumah terbakar.

Hingga kini, kepolisian setempat baru menetapkan satu tersangka berinisial R yang diduga kuat dalam melakukan penganiayaan serta pengumpulan massa untuk melakukan aksi anarkis tersebut.
Editor : Laksono Hari W
Penulis : Dian Maharani | Rabu, 29 Agustus 2012 | 22:14 WIB

Top