MPR Gelar ToT Sosialisasi Empat Pilar Bangsa di Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan dan Ketetapan MPR di Hotel Aston Manado. ToT ini dilaksanakan maraton, empat hari berturut, Selasa-Jumat, 11-15 September. Pesertanya, 100 orang yang berprofesi sebagai dosen Hukum Tata Negara,  guru PKN (Pendidikan Kewarganegaraan), dan tokoh lintas agama di Sulut.

Pelatihan dibuka Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang yang diwakili Kepala Diknas Drs Star Wowor. Saifuddin menjelaskan, ToT ini digelar sebagai rangkaian upaya MPR mensosialisasikan empat pilar bangsa. "Memang ini tak lepas dari rangkaian kritik kenapa Pancasila 'disejajarkan' dalam empat pilar padahal itu sama sekali tak merubah substansi Pancasila sebagai dasar negara," jelasnya.

Para tokoh agama, dosen dan guru dipilih karena mereka punya peran besar di masyarakat sebagai kelompok yang diharapkan bisa menjadi penyambung lidah MPR.
"Nantinya mereka punya peran strategis sebagai pelatih dalam sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara ini. Pemprov harus memanfaatkan potensi mereka," jelasnya.

Dijelaskan, sosialisasi empat pilar bangsa harus terus menerus dilakukan lewat berbagai cara mengingat besarnya ancaman disintegrasi dan perpecahan bangsa, baik dari dalam maupun luar. "Indonesia bangsa yang besar. Justru karena kebesarannya, terdiri dari ragam suku,  bahasa, budaya dan agama, perbedaan itu menjadi ancaman," ujarnya.

Selama empat hari, peserta akan menjalani pelatihan, menerima materi, diskusi kelompok, dan simulasi. Sedikitnya 15 anggota MPR RI akan menjadi pemateri dalam kegiatan tahunan tersebut. Termasuk di dalamnya, dua anggota DPD RI asal Sulut, Ir Marhany VP Pua dan Aryanthi Baramuli Putri. "Pelatihan ini menyerap aspirasi dan masukan untuk pemimpin negara yang nantinya menjadi  penguatan dasar negara ke depan," kata Saifuddin.

Kegiatan ToT sudah dilakukan sejak tahun 2006 silam di seluruh provinsi. Pesertanya ialah para eksekutif, legislatif, yudikatif, kalangan pendidik di daerah, widyaiswara di Badan Diklat provinsi, pendidik pondok pesantren, anggota ormas dan kelompok masyarakat lainnya.

Laporan Wartawan Tribun Manado Fernando Lumowa

Tribun Manado - Rabu, 12 September 2012 19:59 WITA

 

Top