Pimpinan MPR: Pejabat Korupsi Harus Mundur

Jakarta - Andi Mallarangeng mundur sebagai Menpora setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus Hambalang oleh KPK. Kalangan pimpinan MPR memuji langkah Andi Mallarangeng.

"Keputusan mundur yang dilakukan Andi Mallarangeng harus kita apresiasi, terlepas benar-salahnya tuduhan kasus yang sedang membelitnya. Mundurnya seseorang dari jabatannya sebagai penyelenggara negara saat yangbersangkutan dinyatakan sebagai tersangka itu patut dihormati, karena akan memperlancar proses pengusutan kasus hukumnya dan melepaskan beban yang harus dipikul negara atas kasus dirinya," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, kepada detikcom, Sabtu (8/12/2012).

Menurut Lukman, tindakan Andi layak dicontoh. Pejabat publik harus mempertanggungjawabkan tindakannya sendiri. Karena pejabat negara harus menjadi contoh yang baik bagi rakyat.

"Langkah mundur ini patut dicontoh oleh siapapun pejabat negara yang tersandung kasus korupsi. Tap XI/MPR/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme masih berlaku. Di Tap MPR tersebut dinyatakan bahwa pejabat negara yang terlibat kasus korupsi harus bersedia mengundurkan diri dari jabatannya," desak Lukman.

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari. Hajriyanto memuji sikap ksatria Andi, benar atau salah nantinya akan dibuktikan di pengadilan.

"Andi Mallarangeng memulai tradisi yang baik dan ksatria. Saya kenal baik Andi yang konsisten dan idealis karena itu saya salut atas sikapnya yang ksatria itu. Waktu yang akan memperlihatkan mana emas dan mana loyang," tegas Hajri.(van/sip)

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Top