Wakil Ketua MPR Bicara Xenia Maut dan Narkotika

Rabu, 25 Januari 2012 | 00:09 WIB
TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menanggapi kecelakaan maut mobil Xenia di kawasan Tugu Tani, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Ahad, 22 Januari 2012. Kecelakaan ini diduga karena sopirnya, Afriani Susanti, 29 tahun, mengkonsumsi narkoba dan minuman keras sebelum menabrak 13 orang warga, 9 orang di antaranya meninggal dunia. "Aparat penegak hukum harus mampu menjadikannya pelajaran pahit," kata Lukman, Selasa, 24 Januari.

Lukman mengatakan peredaran narkoba sedemikian meluas sehingga akses mendapatkannya semakin mudah dan murah. Bahkan dia menduga ada pembiaran atas praktek transaksi narkoba. "Pemberantasan narkoba dan minuman keras ilegal harus kian ditangani serius oleh aparat penegak hukum," katanya.

Dia juga menganjurkan agar perang terhadap narkoba lebih diarahkan kepada produsen dan otak sindikat jaringan pengedar. "Polri dan BNN harus mampu membasmi keduanya itu, bukan hanya menindak para pemakai narkoba yang hakikatnya adalah korban."

Adapun Afriani Susanti sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Ketiga rekannya yang ikut bersamanya di atas mobil Xenia itu, Deny Mulyana (30), Adistira Putri Grani (26), dan Arisendi (34) juga dijadikan tersangka. "Keempatnya kami tetapkan sebagai tersangka pengguna narkoba," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji.

Nugroho mengatakan, penetapan tersangka itu berdasarkan hasil tes di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menunjukkan urine mereka mengandung zat methamphetamine. Zat ini biasanya terkandung dalam narkotik jenis sabu dan ekstasi.

Mereka menggunakan ekstasi pada dini hari sebelum kecelakaan nahas itu. "Menurut pengakuan tersangka, mereka mengkonsumsi dua buah pil ekstasi yang dibagi empat orang itu," kata Nugroho. Sampai saat ini, keempatnya juga masih diperiksa intensif di Markas Polda.

RUSMAN PARAQBUEQ

Top