Pemimpin Harus Pahami Keindonesiaan

R-250 188-lukman-hakim-saifuddin-1326698099JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan, pemimpin nasional Indonesia pada masa depan haruslah sosok yang memahami keindonesiaan.

"Pemimpin itu mesti memahami tentang keindonesiaan. Itu mencakup keunggulan, kelemahan, potensi, dan tantangan negara ini ke depan. Dia harus paham betul tentang permasalahan bangsa Indonesia," katanya.

Selain itu, pemimpin itu mesti punya sifat negawaran. Artinya, dia sudah selesai dengan dirinya sendiri, sehingga tak mementingkan lagi dirinya. Seluruh energinya dikerahkan untuk bangsa dan negara.

 "Dia juga tak mempunyai beban keterkaitan dengan sejarah masa lalu. Dengan begitu, dia mampu mengarahkan bangsa ini dengan tegas dan penuh percaya diri menuju Indonesia sejahtera yang mandiri," katanya.

Lukman Hakim Saifuddin, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berharap, media mau mendukung munculnya tokoh-tokoh di depan publik. Para calon pemimpin juga perlu diangkat ke permukaan agar bisa menjelaskan visi indonesia ke depan. Ini dalam konteks pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014.

"Pemunculan di pers sangat penting agar publik lebih mengenali calon pemimpin," katanya.


Ilham Khoiri | Marcus Suprihadi | Rabu, 15 Februari 2012 | 08:52 WIB

Top