"Politisi Tak Bisa Dijadikan Teladan"

JAKARTA -- Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin mengakui kesulitan mencari figur pemimpin bangsa yang Pancasilais untuk dijadikan contoh dalam melaksanakan program Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

"Kalau Islam dan Kristen jelas figur keteladannya masing-masing Nabi Muhammad SAW dan Jesus Kristus. Kalau Pancasila, siapa yang akan dijadikan figur teladan? Sulit menemukannya," kata Lukman Hakim Saifuddin, saat jumpa pers bertema "Hasil Studi: Diperlukan Keberlanjutan Program Pemasyarakatan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa  dan Bernegara", di gedung DPR Nusantara V, Senayan Jakarta, Selasa (14/2).

Lukman juga menyebutkan, saat ini bangsa tengah mengalami masa-masa krisis keteladan. Sehingga jika para politisi yang dijadikan teladan, menurut Lukman, masih menjadi kontradiksi.

 

"Politisi? Baik di DPR maupun di luar Dewan, inikan lagi babak belur citranya," kata politisi Partai PPP itu.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari juga mengungkap kendala sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara juga datang dari media massa.

Menurut dia, jangankan media nasional, media lokal pun tidak tertarik dengan program Empat Pilar karena dinilai tidak seksi. Demikian juga pemerintah kecil sekali bantuannya terhadap penyelenggaraan Empat Pilar.

"Tahun lalu, MPR sudah mengusulkan kepada Presiden SBY agar instansi pemerintah aktif menyelenggarakan Empat Pilar karena Inpres Nomor 5 tahun 2005 sifatnya hanya sebatas membantu sementara yang kita usulkan instansi pemerintah hendaknya aktif menyelenggarakan Empat Pilar," kata Hajriyanto Y Tohari.

Usulan agar instansi pemerintah aktif, hingga kini belum direspon Presiden SBY.

"Saat menyerahkan usulan, respon presiden sangat apresiatif. Kalau didesak, seperti biasa beliau mengatakan akan mengkaji ulang," ungkap Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari. (fas/jpnn)


http://www.jpnn.com Selasa, 14 Februari 2012 , 15:39:00

Top