NU-Muhamadiyah Diharap Bawa Pesan 4 Pilar Kepada Umat

Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa umat Islam di Republik ini, pasti mengetahui dua organisasi Islam besar di Indonesia yang sejak Indonesia belum merdeka sampai saat ini tetap berkiprah dan memberikan kontribusi bagi negara ini. Bahkan, sebagian besar rakyat Indonesia bukan hanya mengetahui, tapi malah menjadi bagian dari dua organisasi besar tersebut. Dua organisasi itu adalah Nahdlatul Ulama ( NU ) dan Muhammadiyah.

“NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi agama Islam terbesar di Indonesia dengan pengikut yang sangat besar. Peran dua organisasi besar ini sangat efektif dalam memberikan pencerahan pemahaman tentang 4 Pilar Berbangsa ( Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika ) kepada umat Islam secara keseluruhan karena pengaruhnya sangat besar. Maka daru itulah penyelenggaraan Training of Tariners yang diselenggarakan di Jakarta, menghadirkan peserta yang berasal dari dua organisasi Islam tersebut,” ujar Lukman, usai membuka secara resmi Program Training of Trainers ( ToT ), di Hotel Park, Jakarta, Jumat (2/3).

Lukman menegaskan bahwa urgensi keikutsertaan dua organisasi besar Islam dalam program sosialisasi 4 Pilar ini bukan tanpa maksud. Seperti diketahui saat ini wacana tentang bentuk kenegaraan banyak berkembang. Contohnya, ada yang ingin kembali kepada Khilafah, lalu ada yang berusaha secara formal agar syariat Islam diberlakukan, lalu ada pihak yang secara ekstrim berpandangan, seakan-akan UUD itu adalah produk sekuler yang sama sekali tercerabut dari nilai-nilai keagaaman. Padahal, menurut Lukman, fakta dan sejarahnya tidak seperti itu. Rumusan negara Indonesia dan konstitusi sangat sarat dengan nilai-nilai keagaaman dan nilai-nilai Islam, karenanya penjelasan UUD tidak bisa dijelaskan dalam perspektif tinjauan keagaaman.

“Disinilah urgensinya NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi keagaaman terbesar dan yang paling mengakar di Indonesia yang bisa berperan sebagai penengah dan mampu menjelaskan tentang negara kebangsaan kita, sehingga pemahaman kita dalam memahami konstitusi bisa menjadi lebih proporsional. Kami harapkan NU dan Muhammadiyah bisa membawa pesan-pesan 4 Pilar kepada umat Islam dalam bahasa agama yang mudah dimengerti dan dipahami,” terangnya.

Seperti diketahui program ToT adalah salah satu metode Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang saat ini sedang gencar digaungkan MPR RI. Program ToT yang dilaksanakan selama lima hari ( 2-6 Maret 2012 ), dengan mengambil peserta dari lingkungan keagaaman ( NU dan Muhammadiyah ) ini, adalah program kedua MPR RI sejak tahun 2012 masuk. Program pertama dilaksanakan di Hotel Mega Anggrek, Jakarta, pada tanggal 3-7 Februari 2012, dengan diikuti peserta dati kalangan Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara RI.
MPR RI, Sabtu, 03/03/2012 10:09

Top