Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Insan Hadirkan Wakil Ketua MPR RI

Demi membangkitkan semangat nasionalisme berbangsa dan bernegara di kalangan generasi muda, Institut Sadar Nalar (Insan) Wonosobo menyelenggarakan acara sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk para guru PPKn SMP dan SMA, serta unsur LSM dan Organisasi Massa Se-Kabupaten Wonosobo. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten, Selasa 27 Maret 2012 tersebut menghadirkan

narasumber tunggal Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifudin.

Selain mengangkat isu-isu terkini dalam paparannya, Lukman juga menandaskan pentingnya pemahaman terhadap keberadaan empat pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Menurut Pria kelahiran Jakarta tersebut, Empat Pilar tersebut merupakan kunci dalam membentuk kepribadian dan karakteristik bangsa Indonesia, terutama di tengah arus globalisasi dan serbuan budaya luar yang sangat potensial merusak kepribadian generasi muda. Pria yang melenggang ke Senayan dari Daerah Pemilihan Jateng VI tersebut menyayangkan tipisnya semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus, yang notabene akan melanjutkan arah kebijakan bangsa Indonesia di masa depan. Generasi sekarang lebih cenderung mengikuti arus, serta menjadikan televisi dan internet sebagai kiblat gaya hidup. Di sisi lain, sejak dihapusnya peran dan fungsi Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), maka tidak ada satupun lembaga yang menyosialisasikan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa. Oleh karena itulah, sejak Tahun 2009, pihaknya bersama para pimpinan MPR RI berupaya menyosialisasikan kembali pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila, dan kemudian ditambah dengan tiga pilar lainnya.

Senada dengan Lukman, Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif juga mengungkapkan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Menurut Bupati, sudah saatnya generasi muda lebih menyadari pentingnya pemahaman terhadap kejayaan nusantara di masa lalu, termasuk sejarah Sumpah Palapa. Sumpah Palapa yang diproklamirkan oleh Mahapatih Gajah Mada tersebut berdasarkan penelusuran sejarah justru dikonsep di Dieng di masa Prabu Sanjaya. Kesejarahan tersebut dinilai mampu menuntun generasi muda agar lebih mencintai bangsa dan negara, serta memahami nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 secara lebih mendalam, sehingga akan memperbaiki perilaku mereka sehari-hari.

Selain Bupati dan Sekda, acara tersebut juga dihadiri unsur DPRD Kabupaten Wonosobo. Hal itu sesuai dengan tujuan awal penyelenggara, agar empat pilar tersebut dapat dipahami oleh semua elemen masyarakat. Sebagaimana disampaikan Ketua Insan, Haqi El Anshary, dengan pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tersebut, pihaknya berharap akan muncul kesadaran untuk mencintai bangsa dan negara. Dengan memahami empat pilar itu pula Insan optimis generasi muda akan lebih menjaga nilai luhur sesuai norma sosial yang berlaku.

http://www.wonosobokab.go.id/

Top