Kisah Dedikasi Tanpa Henti Sang Pramusaji

509738Jakarta (Kemenag) --- Mentari baru saja terbit. Lalu lintas di sekitar jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta Pusat pun masih lengang. Sesosok lelaki tua memasuki gerbang kantor Kementerian Agama yang berada di seberang Masjid Istiqlal.

Pak Udin, begitu ia biasa disapa. Ia terbiasa memulai aktivitasnya di kantor ini sejak pukul 05.30 pagi. Jangan kan menembus kemacetan menuju ibu kota, sebagian orang bahkan di kala itu masih kerepotan

untuk membuka kelopak mata. Ya, terkadang itu adalah waktu paling  nikmat untuk bergelung kembali di balik selimut hangat selepas Subuh.

Tapi tidak bagi lelaki bernama lengkap Muhamad Syahrudin ini. Selama 33 tahun, selepas subuh ia telah bergegas keluar dari rumahnya di daerah Kunciran Tangerang menuju kantor yang begitu ia cintai ini. Ya, Pak Udin telah memulai pengabdiannya sebagai PNS Kemenag sejak Maret 1986.

Sehari – hari, lelaki kelahiran Januari 1959 ini, mengandalkan sepeda ontelnya untuk menempuh perjalanan hampir tujuh kilometer dari rumahnya menuju Terminal Karang Tengah Tangerang.

Setibanya di Terminal Karang Tengah, ia baru melanjutkan perjalanannya menggunakan angkutan antar kota. Meski terkadang  harus bertarung dengan cuaca maupun kemacetan, nyatanya ia selalu dapat tiba di kantor tepat waktu. Bahkan tidak jarang ia menjadi salah satu orang yang tiba paling awal di Kantor Kementerian Agama.

“Harus datang pagi, karena harus menyiapkan macam-macam. Apalagi kalau ada acara, saya yang siapkan snack, makanan, dan sebagainya,” ujar Udin.

Ia memang dikenal sebagai salah satu pramusaji yang bertugas di Kementerian Agama. Dedikasinya terhadap pekerjaan, dilatarbelakangi oleh kecintaannya pada Kementerian Agama. Separuh hidupnya telah dihabiskan Pak Udin untuk mengabdi pada lembaga yang tahun ini genap berusia 73 tahun. Tak ada rasa bosan tampak pada raut wajah pak udin selama menjalankan tugasnya.

Tak pernah ada keluh untuk tiap peluh yang ia rasakan. Pak Udin sadar, tiada beban tanpa pundak. Bekerja baginya adalah mensyukukri nikmat sehat yang diberikan Tuhan. Pengabdian baginya adalah apa yang ia berikan sepenuh hati, tanpa mengharap pamrih.

Maka, tak heran jika Pak Udin tak kuasa menahan air matanya ketika mendapat kejutan pada Jumat (04/01). Matanya mulai berkaca-kaca ketika pembawa acara memanggil namanya untuk naik ke atas panggung utama dalam gelaran Ngobrol Santai (Ngobras) bareng Menteri Agama, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jln MH Thamrin, Jakarta.

Di hadapan ratusan ASN Kemenag yang hadir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Sekretaris Jenderal M Nur Kholis Setiawan memberikan hadiah satu buah sepeda motor untuk Pak Udin, apresiasi yang tidak pernah dibayangkannya.

Dedikasi sepenuh hati yang diberikan Pak Udin menjadikan lembaga ini menaruh kepercayaan padanya. “Terimakasih. Saya ingin terus mengabdi di sini selama saya masih diberikan kesehatan,” urainya terbata di hadapan Menag dan Sekjen.

Ucapannya tak main-main. Pak Udin sesungguhnya telah purna tugas sebagai ASN sejak Januari 2018 . Namun karena kecintaan dan dedikasi yang dimilikinya, ia memilih untuk tetap mengabdikan diri untuk melayani.   

Sambil menggenggam kertas penanda mendapat hadiah motor, Pak Udin pun berpesan kepada rekan sejawatnya untuk terus memberikan pengabdian tanpa henti. Menurutnya, pengabdian juga harus sepenuh hati. "Maju terus !!" ujar Pak Udin, disambut dengan tepukan meriah hadirin yang hadir.

Selamat Pak Udin ! Semoga kami bisa meneladani semangat Pak Udin untuk terus berdedikasi tanpa henti.

Top