Kontribusi NU untuk Indonesia Tak Kecil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifudin melihat kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) tak kecil untuk Indonesia. Menurutnya, NU berhasil memadukan nilai keislaman dan keindonesiaan.

"Itu kelebihan NU yang harus dipelihara," ungkapnya saat malam puncak peringatan hari lahir NU ke-90 di Jakarta, Senin (27/5).

Di satu sisi, kata Lukman, NU terus diharapkan melestarikan nilai keislaman di Indonesia. Di sisi lain ia melihat NU paling terdepan dalam keberagaman.

Anggota BPK, Ali Masykur Musa menyebut nasionalisme dan keagamaan bersatu dalam nafas NU. Ali menjelaskan mengabdi kepada negara dalam rangka kemanusiaan merupakan ajaran Islam.

"Sedang memperkokoh nasionalisme, akan menumbuhkan kehidupan agama yang lebih baik," ungkap ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Kelemahan sekarang dalam pandangan Ali tidak menempatkan dua hal tersebut dalam satu nafas. "Yang ada malah mendikotomikan agama dan negara," ujarnya.

Reporter : Hafidz Muftisany    
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Tuesday, 28 May 2013, 10:13 WIB

Waketum PPP Minta PPATK Jelaskan Temuannya Soal Dana Haji

Jakarta - Tuduhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa terjadi kejanggalan dalam pengelolaan dana haji senilai Rp 80 triliun oleh Kementerian Agama menimbulkan keresahan masyarakat.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin, tuduhan itu insinuatif dan telah berubah menjadi fitnah yang berkembang liar.

PPATK Dinilai Tuduh Kementerian Agama Tanpa Konfirmasi

PPATK harus memberikan klarifikasi yang rinci terhadap angka dan nominal kejanggalan dana

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin menilai publikasi Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal kejanggalan pengelolaan dana haji sekitar Rp80 triliun di Kementerian Agama meresahkan masyarakat.

Politisi PPP Imbau Pemerintah Protes Keras Israel

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kekerasan yang dilakukan tentara rezim Zionis Israel terhadap warga sipil Palestina sudah amat terlalu jauh melanggar.

Kini mereka bahkan melarang kewajiban warga muslim Palestina untuk menunaikan shalat Jum'at di Masjid Al-Aqsha.

Top