Mengharukan, Menag Telepon Sendiri Kabari Keluarga Jemaah yang Wafat

Jakarta - Mengharukan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga Amirul Haj 2015 menelepon sendiri keluarga seorang jemaah haji yang wafat di Makkah.

Seorang jemaah haji yang merupakan istri H Tatang Sulaeman asal Garut, Jawa Barat, meninggal dunia di Arafah setelah kotbah wukuf dan salat jamak taqdim qashar Dzuhur dan Ashar hari Rabu.

Menag Lukman saat menelpon keluarga jemaah haji yang wafat.

Mengetahui sang istri meninggal, Tatang tak sanggup menyampaikan kabar duka itu kepada keluarganya di Garut. Melihat itu, Menteri Lukman berinisiatif menghubungi keluarga Tatang di Garut untuk mengabari berita duka tersebut.

"Suami almarhumah, H Tatang Sulaeman, asal Garut, tak lagi mampu berkata-kata saat bertelepon dengan anaknya. Saya lalu mengambil alih. Saya sampaikan kepada anaknya via telepon berita duka tersebut," kata Lukman kepada detikcom, Jumat (25/9/2015).

Almarhumah, kata Lukman, wafat karena dehidrasi akibat suhu udara di Arafah saat itu yang mencapai 50 derajat Celcius.

umat 25 Sep 2015, 18:04 WIB | Erwin Dariyanto - detikNews

Menag tinjau tenda jemaah jelang wukuf

Arafah (ANTARA News) - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meninjau tenda jemaah calon haji menjelang wukuf (puncak haji) untuk mengetahui kondisi dan layanan kepada mereka selama berada di Arafah.

"Alhamdulillah saya mendapat pengakuan dari jemaah, mereka bisa menerima kondisi di Arafah, meskipun mesti ada beberapa yang jadi perhatian," katanya usai berkunjung ke tenda Maktab 13 dan 14 yang antara lain dihuni jemaah dari Surabaya, Lampung, Nusa Tenggara Barat.

Ia menyebut jemaah merasa terlayani dengan baik, terutama terkait pasokan air minum, di mana jemaah mendapat minimal tiga botol berkapasitas masing-masing 330 ml untuk sekali makan dan minum.

Selain itu, kata dia, katering dan pasokan air mandi pun dinilai jemaah cukup memadai.

"Ada yang menjadi perhatian kami yaitu ada tenda yang lampunya mati, dan ada yang -water cooler-nya tidak berfungsi," ungkap Lukman.

Hal itu akan menjadi perhatian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk bahan evaluasi kepada Muasassah.

Pada bagian lain, Lukman juga mengakui semalam angin kencang telah menyebabkan sejumlah tenda di Maktab 8 roboh.

Namun, hal itu kata dia, telah diatasi dengan memberi tenda alternatif kepada jamaah yang tendanya roboh untuk bermalam di tenda Muassasah yang kondisinya lebih baik.

Selain itu, sebagian dari mereka ditampung di mushalla maktab dan tenda pengendali maktab di Maktab 8.

Lukman mengatakan jemaah tidak perlu khawatir angin kencang akan kembali melanda Arafah pada puncak wukuf, karena Insya-Allah, kondisi cuaca siang hari di Arafah, stabil.

"Kami berharap semua jemaah berada di tenda pada saat wukuf. Di saat itulah doa-doa kita mustajab, doa untuk keselamatan diri, bangsa dan negara," ujar Lukman.

Selain meninjau fasilitas haji reguler, Lukman juga mengunjungi fasilitas haji khusus. Tahun ini Indonesia mengirim 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 haji khusus.

Sementara itu Haryati, jamaah asal Bima mengaku cukup senang bisa berada di Arafah dan menilai pelayanan cukup bagus.

"Alhamdulillah bisa tidur dengan nyenyak. Hanya saya saran agar makanan jangan terlalu kering, semalam dapat ikan asin dan kentang kering," imbuhnya.

Sedangkan salah seorang jemaah haji khusus Nur Qomariah dari Surabaya mengaku harus membayar 8.500 dolar AS atau sekitar Rp110,5 juta dengan asumsi kurs Rp13.000 per dolar.

Editor: Unggul Tri Ratomo

Rabu, 23 September 2015 16:34 WIB | Pewarta: Risbiani Fardanih

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menteri Agama Dorong Pemerintah Arab Saudi Bangun Tenda Permanen di Arafah

Metrotvnews.com, Jakarta: Cuaca buruk yang akhir-akhir ini terjadi di Arab Saudi bertepatan dengan musim haji 2015 membuat pemerintah Indonesia akan mendorong pemerintah Arab Saudi untuk membangun tenda-tenda permanen di Arafah. Hal ini menyusul banyaknya tenda yang roboh terkena angin kencang.

Dilansir dari Kemenag.go.id, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf atas kejadian itu. dia mengatakan, robohnya tenda-tenda di Arafah menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

"Setelah prosesi haji, kami akan langsung berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar ada perbaikan fasilitas di Arafah," ujarnya, saat meninjau kegiatan wukuf di Arafah, Rabu (23/09).

Menteri Lukman menyatakan kualitas tenda di Arafah tidak sebaik tenda di Mina. Karenanya, dia akan meminta pemerintah Arab untuk mengganti tenda-tenda tersebut seperti yang ada di Mina.
Seperti diketahui, tenda-tenda di Arafah sekarang ini hanya dipasang ketika musim haji. Tenda-tenda sementara ini tak kuat menahan terpaan angin kencang.

"Angin semalam tidak sekencang angin ketika kejadian crane di Masjidil Haram. Karena itu, kami berharap ada tenda permanen di Arafah," ujar Lukman.

Setelah melaksanakan wukuf di Arafah, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah pada Rabu malam. MEL


Meilikhah - 23 September 2015 21:20 wib

 

Menag Silaturahmi ke Ulama Saudi Sayid Ahmad di Makkah

Makkah - Senandung ilir-ilir menggema di masjid kecil yang berada di Rusaifah, Makkah. "Bocah angon-bocah angon penekno blimbing kuwi," didendangkan oleh santri dan anggota majelis yang berjumlah kurang lebih 50 orang saat berkumpul usai Salat Maghrib.

Didapuk sebagai tamu kehormatan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin ikut larut dalam suasana spiritual yang terbangun di Masjid pesantren milik Sayid Ahmad bin Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani. Bibirnya terlihat komat-kamit perlahan menyesapi setiap makna ilir-ilir bersama peserta majelis lainnya.

Di samping Lukman Hakim duduk bersila ulama besar Sayid Ahmad bin Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani dan ulama-ulama antara lain dari Irak, Turki, serta Sudan. Lewat penerjemahnya, Sayid Ahmad yang merupakan keturunan langsung dari cucu nabi, Sayyidina Hasan menyambut baik silaturahmi Menag Lukman Hakim di rumahnya.

Foto: Suasana saat pertemuan di Makkah (gagah/detikcom).


"Ini hubungan lama sudah dibina ayahanda. Saya meminta kepada Allah, Indonesia selalu diberi semangat. Kemajuan di semua dimensi," tuturnya yang diamini peserta majelis pertemuan yang didominasi orang Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan yang biasa dilakukan oleh sang Ayah terhadap semua tamu yang berkunjung, Sayid Ahmad memberikan hadiah kepada Lukman Hakim. Dia mengalungkan selendang hijau yang indah, sama seperti yang dikenakannya, ke leher Lukman Hakim dan memberi beberapa buku dan rekaman dakwah dalam bentuk VCD.

Lukman Hakim diberikan rekaman dakwah dalam bentuk VCD (Gagah/detikcom).


Sayid Ahmad mengatakan hubungan pesantren miliknya dengan Indonesia sangat baik. Santri-santri pesantren ini banyak yang menjadi tokoh ulama di Indonesia, salah satunya adalah Mbah Maemun Zubair yang berguru pada kakek Sayid Ahmad yakni Sayid  Alawy Al-Maliki.

Kedatangan Lukman Hakim disambut hangat Sayid Ahmad. Menurutnya, sebuah tanda bagus ada seorang pemimpin bertandang ke rumah ulama.

"Dengan kesibukan mereka masih sempat datang. Ini bentuk penghormatan," sanjungnya.

Lukman Hakim sempat menunggu sekitar 15 menit di dalam Masjid. Sayid Ahmad langsung memeluk Lukman Hakim ketika tiba di Masjid untuk memimpin salat Maghrib.

Sayid Ahmad mempersilakan Lukman untuk salat di saf pertama. Sebagai penghormatan lainnya, dia akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia.
Lukman Hakim dan Sayid Ahmad saat berbincang (Gagah/detikcom).

"Ini ulama besar punya pengaruh besar . Baik langsung maupun tidak langsung. Islam yang sekarang yang moderat karena pengaruh majelis taklim seperti ini. Kontribusinya cukup besar," puji Lukman usai bersilaturahmi.

Tidak seperti umumnya ulama di Arab Saudi, Sayid Ahmad merayakan Maulud Nabi. Dia juga tidak menyerang orang yang berbeda pendapat dengannya.

"Saya membuat acara maulid ini itu. Saya menyebutkan dalil. Tidak berbicara tanpa ada dalil. Ini cara pandang ideologi yang berbeda-beda. Yang paling penting kita masing-masing memiliki nabi dan Quran yang satu," tutur Sayid Ahmad dalam ceramahnya.
(gah/bag)

Senin 21 Sep 2015, 20:07 WIB | Gagah Wijoseno - detikNews

Top