MPR: Independensi Pers Harus Kembali

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menghimbau pers untuk mampu mengembalikan independensi di tengah derasnya industrialisasi media saat ini. “Kini pers telah jadi industri. Kita semua dan insan pers, khususnya, harus mampu mengembalikan independensi pers,” kata Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin, Kamis, 9 Februari 2012.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-27. Menurut dia, saat ini liberalisasi ekonomi telah mempengaruhi dunia penyiaran dan pewartaan. Ini menjadi tantangan besar 

"Perubahan Zaman Tuntut Kita Buat format Ideal dalam Berbangsa dan Bernegara"

JAKARTA - “Zaman sudah berubah, banyaknya pengaruh arus globalisasi yang kuat sehingga menuntut kita untuk membuat format yang ideal, kreatif, revitalisasi dan reaktualisasi dan transformasi nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara” (Pancasila sebagai dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa; UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional dalam bernegara; Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai konsensus yang harus dijaga keutuhannya; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat untuk memperkuat persatuan dan

MPR: Jangan Lihat Konstitusi secara Akademik

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Lukman Hakim Saifudin mengatakan perubahan UUD 1945 Amandemen I-IV tidak bisa dilakukan secara akademik dan berdasarkan etika karena konstitusi adalah produk politik.

"Konstitusi di negara manapunadalah produk politik yang merupakan kesepakatan bersama, oleh karena itu bukan persoalan akademik, yakni benar atau salah, dan etika yakni baik atau buruk," kata Lukman dalam "Pekan Konstitusi" bertema "UUD 1945, Amandemen, dan Masa Depan Bangsa" di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya UUD 1945 hasil empat kali amandemen banyak dikritik

Wakil Ketua MPR Bicara Xenia Maut dan Narkotika

Rabu, 25 Januari 2012 | 00:09 WIB
TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menanggapi kecelakaan maut mobil Xenia di kawasan Tugu Tani, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Ahad, 22 Januari 2012. Kecelakaan ini diduga karena sopirnya, Afriani Susanti, 29 tahun, mengkonsumsi narkoba dan

Top