MPR Jadi Lembaga Tertinggi Negara Lagi?

Belakangan ini ramai diwacanakan perlunya kedudukan MPR dikembalikan sebagai Lembaga Tertinggi Negara. Selain anggapan bahwa terjadinya disorientasi perjalanan bangsa saat ini akibat ketiadaan lembaga tertinggi negara, isu itu kini makin santer karena muncul kekuatiran terjadinya krisis konstitusional. Bagaimana bila Pemilu gagal diselenggarakan? Bagaimana jika sampai 20 Oktober 2014 Presiden baru belum dilantik? Siapa yang akan mengatasi krisis konstitusional tersebut?

Syahdan, sesungguhnya sebutan 'lembaga tertinggi negara' tak ada dalam UUD kita.

Kembali ke Fitrah Spiritual dan Sosial

HARI ini kalimat takbir dan tahmid berkumandang di mana-mana. Umat Islam melakukannya sebagai ungkapan syukur yang bercampur gembira mereka telah ber-Idul Fitri, kembali kepada kesucian, kembali kepada fitrahnya.

Apabila selama Ramadan kita selalu menyempatkan diri untuk membaca Alquran, beriktikaf, bangun di sepertiga malam untuk bertahajud, meneteskan air mata saat bermunajat bersimpuh di hadapan Allah SWT, berempati terhadap fakir miskin, melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi orang banyak, serta berbagai kebaikan lainnya,

Menteri Lukman dan Taksonomi Hukum Islam

IslamLib – Apakah pelaksanaan syariat Islam di sebuah negara nasional modern seperti Indonesia bisa bertententangan dengan konstitusi negara?

Pertanyaan ini mengemuka dalam diskusi di Haus am Dom di Frankfurt, Sabtu, 10/10, lalu. Saya hadir sebagai “discuttant” dalam diskusi itu, bersama Menag Lukman Saifuddin,  Franz Magnis-Suseno, dan sejumlah pembicara lain dari Indonesia dan Jerman. Tema besar diskusi sore itu: Islam, Fundamentalisme dan Islamophobia.

Pak Harto, Gus Dur, dan Gelar Pahlawan Nasional

Oleh Salahuddin Wahid

Beberapa hari setelah Gus Dur wafat muncul usulan agar Gus Dur diberi gelar pahlawan nasional. Entah siapa yang pertama kali melontarkan gagasan itu tetapi dalam waktu singkat banyak yang mendukungnya.

Ada yang mengusulkan supaya gelar itu segera diberikan. Bahkan, Amien Rais menyatakan bahwa tidak perlu ada pertimbangan atau seminar membahas usulan itu, langsung saja Gus Dur dianugerahi gelar pahlawan nasional. Putri-putri Gus Dur mengatakan bahwa Gus Dur tidak ingin menjadi pahlawan nasional dan tanpa gelar itu pun telah menjadi pahlawan di hati masyarakat. Hal itu betul, tidak ada pahlawan yang punya ambisi menjadi pahlawan nasional. Tetapi, hal itu tidak menjadi halangan bagi negara untuk memberi mereka gelar pahlawan.

Top