Negara dan Intoleransi Keagamaan

Sejak terbebas dari belenggu penjajah, bangsa Indonesa menghirup udara bebas kehidupan bernegara. Bernegara dalam arti memiliki dan menjalankan negara sendiri. Bentuk negara yang dipilih, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah negara baru yang berbeda dengan negara kaum penjajah, juga berbeda dengan negara nenek moyang prakolonial, kerajaan atau kasultanan. Kemerdekaan Indonesia tidak menganut pola umum revolusi-revolusi yang ada di dunia yang mengikuti text book tertentu, tetapi diperjuangkan sendiri melalui ijtihad kolektif 

Pergeseran Paradigma Kekuasaan di Indonesia

Setelah sekitar setengah abad menjalankan sistem ketatanegaraan dengan berpedoman UUD 1945, bangsa Indonesia menuntut perubahan konstitutsi tersebut. Atas dasar desakan dan aspirasi yang kuat dari berbagai kalangan, pada akhir 1999 bangsa Indonesia melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) secara resmi memulai perubahan hingga 2002.

Perubahan UUD 1945 pada hakekatnya merupakan wujud dari perubahan paradigma dan perubahan

Pancasila sebagai Pilar Bangsa (Opini, Kompas)

Pengantar: Tulisan ini dimuat di harian Kompas Kamis 25 April 2013 hlm 6. Tulisan ini dibuat dengan maksud untuk mengklarifikasi berbagai pandangan terkait Empat Pilar yang berkembang di masyarakat, terakhir disampaikan oleh Harrry Tjan Silalahi yang keberatan dengan konsep Pancasila sebagai pilar bangsa (Kompas, Jumat 12 April 2013).


Sudah tiga tahun lebih Majelis Permusyawa-ratan Rakyat memasyarakatkan "Empat Pilar

Satu Dasawarsa Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa

Lebih satu dasawarsa reformasi bangsa Indonesia telah mencatat banyak keberhasilan. Di bidang politik telah menikmati kebebasan, demokrasi, serta hak-hak dasar kewarganegaraan di segala aspek kehidupan. Reformasi telah membuka semua sumbatan, menghapus sentralisasi, membuka lebar partisipasi dan terus menata demokrasi sebagai kerangka untuk mengelola perbedaan dan integrasi.

Namun pada waktu bersamaan muncul dampak sampingan yang tidak diinginkan yaitu fenomena radikalisasi massa yang disulut oleh sebab-sebab ideologis

Top