Pancasila sebagai Pilar Bangsa (Opini, Kompas)

Pengantar: Tulisan ini dimuat di harian Kompas Kamis 25 April 2013 hlm 6. Tulisan ini dibuat dengan maksud untuk mengklarifikasi berbagai pandangan terkait Empat Pilar yang berkembang di masyarakat, terakhir disampaikan oleh Harrry Tjan Silalahi yang keberatan dengan konsep Pancasila sebagai pilar bangsa (Kompas, Jumat 12 April 2013).


Sudah tiga tahun lebih Majelis Permusyawa-ratan Rakyat memasyarakatkan "Empat Pilar

Satu Dasawarsa Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa

Lebih satu dasawarsa reformasi bangsa Indonesia telah mencatat banyak keberhasilan. Di bidang politik telah menikmati kebebasan, demokrasi, serta hak-hak dasar kewarganegaraan di segala aspek kehidupan. Reformasi telah membuka semua sumbatan, menghapus sentralisasi, membuka lebar partisipasi dan terus menata demokrasi sebagai kerangka untuk mengelola perbedaan dan integrasi.

Namun pada waktu bersamaan muncul dampak sampingan yang tidak diinginkan yaitu fenomena radikalisasi massa yang disulut oleh sebab-sebab ideologis

Menghayati Makna Ibadah dalam Berpartai dan Berpolitik

Oleh Lukman Hakim Saifuddin

Ibadah merupakan tujuan tunggal dan pokok dari penciptaan umat manusia, sesuai dengan pesan al-Qur’an dalam Surat al-Dzariyat ayat 56: “Tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Allah).” Ayat itu tidak berbunyi: “Aku ciptakan jin dan manusia untuk beribadah,” karena dimaksudkan untuk memberikan penekanan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah hanya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, bukan untuk tujuan lain.

Karena itu, dalam kehidupan berpartai dan berpolitik prinsip ibadah merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditinggalkan, apalagi kita beraktivitas dalam partai Islam, yakni melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kiprah Politik Santri Pasca Reformasi

* Sebuah Pendekatan Struktural

Kehadiran komunitas santri dalam pentas politik bersamaan waktunya dengan kehadiran Islam di wilayah Nusantara. Untuk memotret kiprah atau gerakan politik santri dalam suatu episode sejarah  tertentu diperlukan tinjauan sekilas ke belakang agar diperoleh gambaran lebih konkrit untuk memahami peran, fungsi dan posisi santri dalam proses pembangunan bangsa. Dalam melihat permasalahan, tulisan singkat ini menggunakan pendekatan struktural, yakni menempatkan perubahan-perubahan struktural sebagai faktor yang

Top