Waketum PPP: Sejauh Penuhi UU, Bupati Garut Bisa Digulingkan

Jakarta - Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Bupati Garut Aceng HM Fikri yang terlibat skandal nikah 4 hari dengan Fany Octora (18) bisa digulingkan oleh DPRD Garut. Namun Lukman mengingatkan agar semuanya sesuai dengan peraturan perundangan.

 

"Saya pikir itu tergantung mekanismenya, itu kan ada aturan mainnya. Sejauh itu memenuhi peraturan perundang-undangan ya itu dimungkinkan. Tetapi harus tetap memenuhi peraturan," kata Lukman menanggapi aksi demonstrasi masyarakat Garut yang meminta Aceng mundur.

 

Hal ini disampaikan Lukman saat berbincang dengan detikcom, Selasa (4/12/2012).

 

Lukman memang sejak awal mengecam nikah 4 haru Bupati Garut. Lukman memandang pernikahan 4 hari Aceng Fikri melanggar UU Perkawinan. Namun Lukman menegaskan kecaman itu tidak diarahkan untuk mendorong penggulingan Aceng untuk membuka peluang Wakil Bupati Garut Agus Hamdani dilantik menjadi Bupati Garut yang baru.

 

Untuk diketahui, Agus Hamdani adalah Sekretaris DPC PPP Garut. Agus Hamdani yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpilih menjadi wakil bupati setelah mengalahkan Usep Zaenal melalui voting di DPRD Garut.

 

"Kita tidak melihat siapa yang jadi bupati. Taat azas saja. Siapa penggantinya sesuai dengan UU saja. Tapi yang jelas masalah penggantian itu tidak boleh dengan cara-cara yang melanggar hukum, harus menempuh ketentuan yang berlaku," tegas Lukman.

 

Pandangan senada disampaikan Ketua DPP PPP Arwani Thomafi. Menurut Arwani, Agus Hamdani terpilih menjadi Wakil Bupati Garut secara demokratis. Dia menegaskan tidak ada niat PPP untuk menggulingkan Aceng untuk mengamankan posisi Hamdani.

 

"Menurut saya bicara soal itu (penggulingan) kan masih jauh. Kita posisinya praduga tak bersalah. Ada proses-proses yang harus dihormati. Yang bekerja ya tetap bekerja saja," tegas Arwani.

 

Masyarakat Garut menggelar demonstrasi besar-besaran di Kantor Bupati Garut, meminta Aceng mundur. Aceng pada semalam telah memenuhi panggilan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Dia menjelaskan banyak hal, termasuk desakan agar dia mundur.

 

"Harus jelas dululah dasar dari desakan itu, karena apa? Jangan dikarenakan nuansa politis, kan terlalu kental begitu. Tapi kalau desakannya betul-betul rasional, yuridis, dibenarkan, itu tidak ada masalah," kata Aceng usai bertemu Aher di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Bandung, Senin (3/12/2012) malam. (van/asy)

 

Elvan Dany Sutrisno - detikNews, Selasa, 04/12/2012 13:32 WIB


 

Top