Lukman Hakim Saifuddin: 2012 Tahun Galau

Jakarta, (ANTARA) - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengatakan 2012 merupakan masa-masa tahun galau karena banyak pihak yang tersandera dengan masa lalu.

"Banyak terjadi sengketa antarinstitusi yang cukup serius dan tidak sederhana. Misalnya, perseteruan antara DPR dan KPK, DPR dan MK," kata Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu.

Lukman Hakim Saifuddin menjadi salah satu pembicara pada Diskusi Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2012 di Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jalan Diponegoro, Jakarta.

Wakil Ketua Umum PPP itu mengatakan sengketa juga sempat terjadi antarpenegak hukum, yaitu antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian.

"Sengketa-sengketa itu membuktikan ada persoalan dalam penegakan hukum di Indonesia," ujarnya.

Di internal eksekutif pun, lanjut dia, juga terjadi perpecahan yang tidak sehat ketika seorang menteri melaporkan menteri lainnya ke polisi atau KPK.

"Itu menunjukkan etika pemerintahan sudah tidak berjalan karena sudah tidak ada kepercayaan antarmenteri," tuturnya.

Karena itu, dia berharap 2013 bisa menjadi tahun sinergi bangsa dengan membuat konsepsi terintegrasi apa yang harus dilakukan terhadap permasalahan-permasalahan mendasar.

"Tahun 2013 merupakan waktu yang tepat karena 2014 semua akan sibuk pemilu. Siapa pun presiden yang terpilih harus dibekali dengan konsepsi tentang penegakan hukum dan HAM," katanya.

Selain Lukman Hakim Saifuddin, pembicara lain pada diskusi itu adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Komnas HAM 2007-2012 Ifdhal Kasim dan Aktivis Lembaga Bantuan Hukum Munarman. (*/sun)

Nasional - Rabu, 26/12/2012 19:35 WIB

Top