Idealnya, Presiden Hanya Urus Pemerintah dan Negara

Sindonews.com - Beragam tanggapan muncul, menyusul terpilihnya secara aklamasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum.

Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, sebaiknya seorang Presiden tak lagi disibukkan oleh sejumlah urusan di luar tugas pemerintahan dan kenegaraan.

"Ya memang kalau dalam ketentuan kita itu kan hak semua orang ya untuk menjadi ketum meskipun dia sebagai Presiden. Tapi memang, idealnya, menurut saya, seorang Presiden jangan lagi disibukkan dengan urusan-urusan di luar urusan pemerintahan dan kenegaraan," ujar Lukman Hakim Saifuddin kepada Sindonews usai menghadiri acara pisah sambut Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di kantor MK, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013).

Menurutnya, urusan pemerintahan dan kenegaraan itu sudah luar biasa kompleksnya. Maka, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu fokus dalam menangani permasalahan.

"Karenanya, dia (SBY) sebaiknya, tidak disibukkan urusan-urusan di luar hal itu. Misalnya, menjadi pimpinan di organisasi sosial politik, organisasi kemasyarakatan, yayasan dan sebagainya," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali, Sabtu 30 Maret 2013 kemarin, SBY terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pengganti Anas Urbaningrum secara aklamasi. Sebagai ketum partai, SBY dipastikan akan sibuk terlebih tak lama lagi akan digelar Pemilu 2014.
(lns)

Rico Afrido

Senin,  1 April 2013  -  21:48 WIB

Top