Hadapi Pemilu, Petinggi PPP Sambangi Media Group

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam rangka menghadapi pertarungan di Pemilu 2014, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampaknya sadar akan pentingnya peran media sebagai rujukan bagi masyarakat untuk memilih parpol.

Oleh karena itu, pada Kamis (16/5), beberapa petinggi PPP yakni Waketum PPP Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPP PPP Emron Pangkapi, Sekjen Romahurmuzy, Fernita Darwis, Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati, dan Ketua Bidang Media Sarwani memenuhi undangan Metro TV dengan melakukan kunjungan ke kantor Media Group.

Mereka disambut oleh Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan dan Pemimpin Redaksi Media Indonesia Usman Kansong beserta jajarannya.

"Kami bersyukur telah diundang Metro TV, bukan hanya untuk bertukar pikiran, tapi juga untuk mengenal lebih dalam Metro TV itu sendiri, program apa saja yang diadakan pada pemilu mendatang," kata Lukman.

Menurutnya, bagi PPP, Pemilu 2014 nanti berbeda karena selain adanya suksesi kepemimpinan sosial, tapi juga merupakan proses yang menentukan partai mana yang benar-benar eksis dan mampu menampung aspirasi publik.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, Metro TV dan Media Indonesia mengutarakan telah mempersiapkan beberapa program khusus untuk Pemilu 2014. Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV, Najwa Shihab menjelaskan, beberapa rencana Metro TV dalam mengantisipasi Pemilu 2014, mulai dari debat hingga mengenal profil para parpol peserta pemilu.

"Sama seperti parpol, media punya tantangan sama yakni membuat masyarakat lebih sadar akan politik sehingga mereka bersedia berpartisipasi dalam pemilu," katanya.

Sementara itu, Usman Kansong turut mengemukakan bahwa surat kabar Media Indonesia sejak saat ini juga sudah bersiap menghadapi Pemilu. "Kami sudah memiliki halaman khusus yang memuat berita pemilu," katanya.

Sementara itu, Romahurmuzy berujar bahwa PPP memang memiliki harapan baru di Pemilu 2014. "Kami melihat basis persepsi mayarakat kini semakin aktif. Media memang jadi rujukan masyarakat, khususnya televisi merupakan media paling utama untuk membentuk opini," katanya.

Karenanya, Romahurmuzy menambahkan, ada baiknya televisi menyajikan pemberitaan yang sesungguhnya tanpa didramatisasi.

Laporan: Prita Daneswari

Editor: Afwan Albasit

Kamis, 16 Mei 2013 | 16:27 WIB

Top