Waketum PPP: Banyak yang Iri Keluarga Gus Dur Merapat ke PPP

Tribunnews.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP, Lukman Hakim Saifuddin, memaklumi jika kedekatan Keluarga Gus Dur beserta kalangan Gusdurian dengan PPP yang belakangan kian nampak, menimbulkan iri pihak lain.

"Mereka yang iri dan terusik itu lalu melempar isu bahwa kedekatan itu tak memiliki dasar. Mereka katakan bahwa paham Islam yang dianut PPP tak nyambung dengan ke-Islaman Gus Dur. Benarkah itu?" kata Lukman ketika dikonfirmasi, Jumat (17/1/2013).

Menurut dia, putusan Muktamar 2011 di Bandung kembali meneguhkan bahwa PPP adalah partai berasaskan Islam dengan paham ahlus sunnah wal jama'ah, yaitu paham Islam yang bersandar pada Nabi Muhammad SAW, sahabat, dan salaf as-sholeh, yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi (tawasuth) dan toleransi (tasamuh), menjaga keseimbangan (tawazun), dan menebarkan kasih sayang untuk semesta alam (rahmatan lil alamin).

"Karenanya PPP menolak segala bentuk sikap dan perilaku yang ekstrim (tatharruf), anarkhisme, radikalisme, dan budaya kekerasan lainnya," katanya.

Dijelaskan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan kemajemukan yang selama ini diusung Gus Dur amat sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang dianut PPP.

"Tentu tak semua pendapat Gus Dur diamini PPP. Tapi beberapa pikiran mendasar yang diperjuangkan Gus Dur itulah yang juga menjadi landasan sekaligus arah perjuangan PPP," kata dia.

Kita maklumi saja pandangan mereka yang tak tepat dalam menilai PPP dan Gus Dur, sambil didoakan agar segera menemui jalan kebenaran.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengkritik agenda haul Gus Dur yang diselenggarakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurutnya agenda tersebut dilakukan elite-elite PPP untuk memanfaatkan secara politik ketokohan Gus Dur tanpa pernah memahami pemikirannya.

"Singkatnya Islam yang dikembangkan PPP tidak nyambung dengan pemahaman keislaman yang dikembangkan Gus Dur. Kami, PKB sampai saat ini tetap melestarikan pandangan Islam inklusif (rahmatan Lil 'Alamin) yang dikembangkan Gus Dur. Sejak awal Gus Dur sebagai pendiri PKB terus mengingatkan kepada kami tentang perlunya mengembangkan Islam toleran, pluralis dan moderat. Kami bangga, pandangan dan pemikiran Gus Dur menjadi rujukan elite-elite dalam menerjemahkan relasi yang relevan antara negara dan agama,"ujar Malik dalam pernyataannya kepada Tribunnews, Rabu(15/1/2014) malam.

Menurut Malik, upaya PPP memanfaatkan ketokohan Gus Dur tidak relevan dengan sikap dan pandangan Gus Dur terutama  pemikiran tentang Islam toleran, Islam Pluralis dan Islam yang berwatak kebangsaan. Bahkan sikap PPP seringkali kontradiktif dengan Gus Dur saat menyikapi fenomena keberagamaan.

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar acara haul almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ketua PPP Suryadharma Ali membantah agenda tersebut dilakukan untuk mencari simpati publik dan dukungan politik.

Jumat, 17 Januari 2014 08:05 WIB

Top