Partai Islam Siap Berkoalisi dengan PDIP

INILAH.COM, Jakarta - Deklarasi nama Joko Widodo sebagai calon presiden 2014 oleh PDI Perjuangan menimbulkan dinamika di antara partai politik peserta pemilu. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun siap mengulang sejarah bersama PDI Perjuangan.

Munculnya nama Jokowi sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 menjadikan dinamika politik nasional kian mengerucut. Elektabilitas Jokowi yang di atas rata-rata kandidat lainnya, menjadikan figur ini laris untuk didekati.

Hal itu pula yang dilakukan PPP. Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan secara prinsipil antara PPP dan PDI perjuangan tidak ada masalah untuk melakukan koalisi. "Kalo saya melihatnya selama ini ga ada persoalan prinsipil. Sejak orba antara PDI Perjuangan dan PPP punya senasib sepenanggungan," kata Lukman di gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Lebih lanjut Lukman mengatakan yang menjadi pertimbangan utama dalam membangun koalisi dengan partai politik lainnya karena kesamaan visi, cita-cita, harapan terhadap perkembangan bangsa dan negara ke depan seperti apa dan bagaimana program-programnya? "Lalu bagaimana figurnya, siapa figur yang dinilai memiliki potensi secara bersama-sama mewujudkan impian itu," tambah Lukman.

Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan teknis koalisi dalam Pemilu 2014 ditentukan hasil Pemilu Legislatif pada 9 April 2014. Terkait figur Jokowi, Lukman mengatakan nama tersebut satu dari tujuh nama yang direkomendasikan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP. Selain nama Jokowi, PPP juga mengajukan nama Suryadharma Ali, Jimly Ashiddiqie, Din Syamsuddin, Irsan Noor, Jusuf Kalla dan Khofifah Indarparawansa.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Marwan Ja'far juga tidak menampik bila salah satu opsi yang akan dipilih PKB dalam koalisi pemilu 2014 dengan berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Salah satu opsi yakni berkoalisi dengan PDI Perjuangan," ujar Marwan belum lama ini.

PDI Perjuangan juga mengakui kelompok nasionalis, agamawan dan tentara menjadi pihak yang patut dikutsertakan dalam memimpin republik. Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah mengatakan dalam mengurus negara, PDI Perjuangan tidak bisa bekerja sendirian. Kerjasama dengan unsur lainnya seperti kelompok agama dan tentara menjadi keniscayaan.

Sepekan sebelum deklarasi Jokowi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menggelar pertemuan tertutup dengan elit PBNU di kediaman pribadinya Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. Sumber INILAH.COM di internal NU menyebutkan pertemuan tersebut dihadiri Rais Syuriyah PBNU KH Musthafa Bisri yang baru menggantikan KH Sahal Mahfudh.

www.inilah.com

Top