PDIP Gandeng NU dan Muhammadiyah, PPP Tak Gentar

Jakarta - Melalui Joko Widodo (Jokowi), pekan lalu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berusaha merangkul Muhammadiyah dan Nahdahlatul Ulama. PDIP bahkan juga memberi tiga janji jika nantinya partai berlambang banteng moncong putih kembali memegang pemerintahan.

NU dan Muhammadiyah adalah dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Apakah langkah Jokowi dan PDIP akan mempengaruhi perolehan suara partai Islam?

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yakin, lobi Jokowi dan PDIP ke NU dan Muhammadiyah tak akan mempengaruhi perolehan suara partai berlambang Kabah ini. "Sama sekali tidak," kata Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/3) kemarin.

Apalagi menurut Lukman, secara kelembagaan NU dan Muhammadiyah tidak melakukan politik praktis. "Tidak akan, dan tidak boleh berpihak kepada satu partai, tapi memberikan kebebasan anggotanya untuk mendukung dan memilih partai tertentu secara perorangan," kata dia.

Pada Kamis (20/30) pekan lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengutus Joko Widodo menemui dua tokoh di NU dan Muhammadiyah. Pada siang hari pria yang akrab disapa Jokowi itu menemui Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantornya.

Kemudian pada malam harinya mantan Wali Kota Surakarta itu menemui K.H. Mustofa Bisri, Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, kontribusi NU dan Muhammadiyah sangat besar bagi sejarah bangsa ini.

Dalam kedua pertemuan itu terdapat kegelisahan dan kepedulian yang sama dalam melihat realitas kehidupan bangsa dan negara saat ini.

Selasa, 25/03/2014 09:29 WIB
ERWIN DARIYANTO - detikNews

Top