PPP Belum Tentu Berkoalisi dengan Gerindra, Ini Alasannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan belum memastikan akan berkoalisi atau tidak dengan Partai Gerindra dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 karena menunggu hasil pemilu anggota legislatif, Rabu (9/4).

"Kedatangan Pak Suryadharma Ali di kampanye Gerindra tidak lebih dari jalinan silaturahmi antarelite partai politik dan kami terapkan pada partai lain," kata Wakil Ketua PPP Lukman Hakim Saifuddin usai diskusi publik bertajuk "Capres/ Cawapres Pilihan Santri" di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan saat ini belum terbangun kesepakatan koalisi antara partainya dan Gerindra meskipun publik sudah menilai adanya hal tersebut di pemerintahan.
Menurut dia, keputusan koalisi PPP dengan partai lain akan diumumkan setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP pasca-Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD 2014.

"Kami akan tunggu hasil pemilu anggota legislatif, lalu akan ada rapimnas khusus dengan agenda siapa yang akan menjadi (bakal) capres-cawapres yang diusung PPP," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa calon-calon tersebut bisa dari internal maupun eksternal PPP. Namun, nama Suryadharma Ali menjadi kandidat kuat dari internal partai tersebut.

Selain itu, dia mengatakan bahwa PPP akan tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain, seperti partai berbasis massa Islam maupun nasionalis.
"Koalisi PPP terbuka bagi partai mana saja sehingga tidak hanya dengan Gerindra," katanya.

Sebelumnya, Ketum PPP Suryadharma Ali bersama Wakil Dewan Pakar PPP Djan Faridz menghadiri kampanye Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3).

Kampanye tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, SDA menilai ada harapan besar tentang perubahan Indonesia ke depan dari para simpatisan Gerindra yang ada di lapangan sepak bola terbesar di Indonesia tersebut.


Senin, 07 April 2014, 16:26 WIB

Top