Menebak Rivalitas Jokowi-Prabowo di Partai Kabah

INILAHCOM, Jakarta - Pertarungan Jokowi versus Prabowo Subianto secara telanjang muncul di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Elit PPP saling bermanuver satu sama lain. Dampaknya, kesepakatan islah hanya menjadi macan kertas. Seruan tokoh kharismatik PPP KH Maimoen Zubeir seolah tak bermakna.

Manuver politik Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang mengumpulkan pimpinan wilayah PPP dengan mengarahkan dukungan kepada capres Prabowo Subianto akhir pekan lalu dibalas dengan manuver Sekjen PPP Romahurmuziy dengan menggelar pertemuan dengan elit PDI Perjuangan, Selasa (6/5/2014).

Rivalitas dua kubu kandidat presiden antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto di internal PPP sulit ditampik. Meski, ujung dari serangkaian manuver para elit PPP ditentukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP.

Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin tidak menampik bila di internal partainya ada pendapat yang menginginkan Prabowo Subianto, Joko Widodo termasuk Aburizal Bakrie. "Memang terbagi dukungan ada yang ke Jokowi, Prabowo, ARB, ada pula yang ingin di luar itu," ujar Lukman Hakim Saifuddin di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Lukman mengatakan masing-masing kelompok saling memengaruhi satu sama lain di internal partai. Hal tersebut kata Lukman, merupakan hal yang wajar. Langkah Suryadharma Ali yang mengundang DPW PPP se Indonesia akhir pekan lalu, menurut Lukman memang menimbulkan banyak tafsir di internal. "Tapi apapun, forum Rapimnas merupakan forum resminya," tegas Lukman.

Manuver Suryadharma Ali yang mengumpulkan pimpinan wilayah PPP akhir pekan lalu memberi dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai upaya maksimal membawa gerbong dukungan kepada capres Partai Gerindra. Penandatanganan dukungan melalui formulir yang dibagi kepada pimpinan DPW PPP juga sebagai bentuk mengikat para pimpinan wilayah yang memiliki suara dalam forum Rapimnas.

Sementara itu, kalangan yang pro Jokowi di internal PPP menurut sumber INILAH.COM menggunakan jaringan alumni ITB. Sebagaimana maklum, Wakil Ketua Umum DPP PPP Suharso Manoarfa dan Sekjen DPP PPP Romahurmuziy merupakan alumni ITB. Ini sejalan dengan manuver sebelumnya dari kalangan alumni ITB yang mendukung Jokowi.

Namun bila merujuk hasil riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terungkap pemilih PPP justru mayoritas menginginkan Jokowi sebagai capres pilihannya. Dalam riset tersebut terungkap Jokowi didukung pemilih PKPI (89%), PDIP (78%), Nasdem (64%), PBB (50%), Demokrat (47%), PKB (44%), PAN (42%), PPP (40%), dan Golkar (38%).Sementara dukungan terhadap Prabowo paling besar datang dari Gerindra (73%), Hanura (50%), dan PKS (45%). [mdr]

Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 7 Mei 2014 | 06:00 WIB

Top