PPP Sodorkan Lukman Hakim Jadi Cawapres Ical

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan menyiapkan Lukman Hakim Saifuddin sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Aburizal Bakrie, calon presiden dari Partai Golkar. 

Menurut Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuziy, opsi itu menjadi salah satu agenda Rapat Pimpinan Nasional PPP di Hotel Aston Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 10 Mei 2014. "Dengan koalisi antara Golkar dan PPP, total 130 kursi di parlemen," kata Romi, nama panggilan Romahurmuziy, dalam siaran persnya, Sabtu pagi. (Baca: PPP Buka Peluang Jadi Cawapres Aburizal).

Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebelumnya menyatakan kemungkinan

Lukman Hakim Saifudin Mengaku Belum Layak Jadi Wapres

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakim Saifudin, mengaku belum siap jika dipinang menjadi calon wakil presiden (cawapres), untuk mendampingi calon presiden Partai Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical.

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Lukman mengatakan jabatan wapres adalah jabatan dengan amanah yang luar biasa, dan hanya layak diemban oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas tertentu.

"Saya menilai diri saya sendiri bukanlah pribadi yang tepat untuk mengemban amanah dan

Rapimnas PPP temui jalan buntu tentukan arah koalisi

Sindonews.com - Rapat Pimpinan Nasional Partai Persatuan Pembangunan (Rapimnas PPP) II yang digelar Sabtu 10 Mei hingga Minggu 11 Mei 2014 dini hari ini tak juga menemui kata sepakat untuk menentukan arah koalisi partai.

Alhasil, Rapimnas PPP yang digelar di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta, itu kembali diskors hingga waktu yang belum ditentukan.

"Rapat malam ini menemui jalan buntu. Baru saja dilakukan skorsing sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Mungkin, paling cepat akan kita mulai lagi pukul 19.00 (Minggu 11 Mei)," ujar Sekretaris Jendral (Sekjen) PPP

Ini Alasan PPP Mendukung Prabowo Subianto

Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selesai menggelar Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) pada Senin (12/5/2014) dini hari. Arah koalisi telah ditentukan. Partai berlambang Kabah itu memilih menjalin koalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Rapimnas mengambil keputusan secara bulat dan aklamasi mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres RI 2014 yang diusung PPP," kata Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/5/2014).

Politisi yang akrab disapa Romy menyebut ada beberapa pertimbangan PPP

Dua Kubu Islah, Ini Keputusan Mukernas PPP. Penentuan koalisi serta dukungan capres akan dimulai lagi dari awal

VIVAnews – Musyawarah Kerja Nasional III Partai Persatuan Pembangunan di Cisarua, Bogor, Kamis 24 April 2014, akhirnya memutuskan rekonsiliasi antara kubu Ketua Umum Suryadharma Ali dengan kubu Sekjen Rohamurmuziy.

Dengan demikian, kedua pihak yang berkonflik resmi berdamai dan bersatu kembali ke dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat PPP.

“Hasil Mukernas ini menyepakati pertikaian yang  terjadi di internal PPP disudahi,” kata Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin yang juga Ketua Steering Comittee (SC) Mukernas dalam konferensi pers usai Mukernas.

Mukernas menghasilkan 4 butir keputusan, yakni:

  • 1. Menerima fatwa islah dari Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Maimoen Zubair.
  • 2. Mengamanatkan kepada Majelis Musyawarah Partai secara kolektif kolegial untuk melakukan lobi-lobi politik dalam rangka penjajakan koalisi partai serta penjajakan capres dan cawapres.
  • 3. Mengamanatkan kepada DPP PPP untuk melaksanakan Rapimnas selambat-lambatnya minggu pertama bulan Mei 2014 untuk menetapkan koalisi serta capres/cawapres dari PPP.
  • 4. Mengamanatkan kepada DPP PPP untuk melaksanakan Muktamar yang dipercepat selambat-lambatnya satu bulan setelah Pemilu Presiden 2014.


Suryadharma Ali menyatakan menyepakati islah sesuai fatwa KH Maimoen Zubair. “Kami sepakat kembali dari titik nol. Masa lalu telah selesai. Ke depan kami sepakat bergandengan tangan, melangkahkan kaki secara tegak untuk menata bangsa ini,” kata pria yang juga Menteri Agama itu.

Kamis, 24 April 2014, 13:42 Anggi Kusumadewi, Erick Tanjung

Top