PPP Rumah Besar Umat

Ketua Panitia Pengarah Mukernas PPP di Lirboyo Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menjelaskan makna "PPP  Rumah Besar Umat Islam". Dalam pengertian konkret, rumah besar umat Islam adalah ka'bah, masjid, dan mushalla yang harus didatangi umat Islam dari waktu ke waktu. Dalam pengertian kiasan, "Rumah Besar Umat Islam" adalah kebersamaan, kolektivitas, ukhuwah, dan gotong royong. Berikut pidato sambutan selengkapnya:

Sambutan Ketua Panitia Pengarah
Mukernas I dan Halaqah Nasional Alim Ulama
Partai Persatuan Pembangunan
Pondok Pesantren Lirboyo, 21-23 Februari 2012

Enam Prinsip Perjuangan

Dalam memperjuangkan cita-cita politiknya, PPP senantiasa memegang prinsip-prinsip dasar perjuangan, yang sekaligus merupakan kerangka nilai yang membingkai setiap langkah dan gerakan Partai. Enam prinsip perjuangan PPP sebagai berikut:

1. Prinsip Ibadah

PPP dalam perjuangannya selalu berupaya mendasarinya dengan prinsip ibadah. Perjuangan yang didasarkan pada prinsip beribadah dalam arti yang seluas-luasnya adalah untuk mencapai keridhaan Allah Subhanahu wata’ala. Dengan demikian, kegiatan berpolitik seluruh jajaran Partai seyogyanya merupakan keterpanggilan untuk beribadah.

2. Prinsip Istiqamah

Mengenal Sekilas PPP

Partai Persatuan Pembagunan (PPP) didirikan tanggal 5 Januari 1973, sebagai hasil fusi empat partai Islam, yaitu Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Perti.

PPP didirikan oleh lima deklarator yang merupakan pimpinan empat Partai Islam peserta Pemilu 1971 dan seorang Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan, semacam fraksi dari empat partai Islam di DPR. Para deklarator itu adalah:

KH. Idham Chalid, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama;

H. Mohammad Syafaat Mintaredja, SH, Ketua Umum Partai Muslimin Indonesia (Parmusi);

Haji Anwar Tjokroaminoto, Ketua Umum PSII;

Haji Rusli Halil, Ketua Umum Partai Islam Perti; dan

Top