PPP Rumah Besar Umat

Ketua Panitia Pengarah Mukernas PPP di Lirboyo Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menjelaskan makna "PPP  Rumah Besar Umat Islam". Dalam pengertian konkret, rumah besar umat Islam adalah ka'bah, masjid, dan mushalla yang harus didatangi umat Islam dari waktu ke waktu. Dalam pengertian kiasan, "Rumah Besar Umat Islam" adalah kebersamaan, kolektivitas, ukhuwah, dan gotong royong. Berikut pidato sambutan selengkapnya:

Sambutan Ketua Panitia Pengarah
Mukernas I dan Halaqah Nasional Alim Ulama
Partai Persatuan Pembangunan
Pondok Pesantren Lirboyo, 21-23 Februari 2012

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Di keheningan malam tegakkan shalat
Zikir berbilang mengisi hati
Bila salam tak dijawab dengan semangat
Mari diulang sekali lagi

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

* Yang kami hormati Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono beserta Ibu Herawati Boediono;
* Yang kami muliakan para ‘alim ‘ulama, utamanya Al-mukarrom KH Maimun Zubair, Ketua Majelis Syariah DPP PPP;
* Al-mukarrom shohibul bait, KH Idris Marzuki; Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, tuan rumah Pembukaan Mukernas PPP;
* Yth. Pimpinan dan anggota Lembaga-lembaga negara, baik dari unsur legislatif maupun yudikatif;
* Yth. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;
* Yth. Gubernur Jawa Timur dan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur;
* Yang kami hormati para alim ulama dari seluruh Indonesia, pimpinan organisasi massa Islam, dan pimpinan Pondok Pesantren.
* Yang kami cintai Ketua Umum DPP PPP, Bapak Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.
* Jajaran Pengurus dan seluruh kader PPP, serta hadirin sekalian yang berbahagia

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada saat ini PPP menegaskan diri sebagai Rumah Besar Umat Islam. Tekad mengukuhkan diri sebagai Rumah Besar Umat Islam ini bisa dipahami dalam dua pengertian, yaitu pengertian konkret dan pengertian kiasan.

Dalam pengertian konkret, Rumah Besar Umat Islam adalah berupa ka’bah, masjid, mushalla, atau surau, dan tentu juga pesantren. Oleh karena itu, PPP mengajak segenap umat Islam untuk kembali ke rumah-rumah ini. Sebab di sinilah Rasulullah SAW dan para pendahulu kita merintis perjuangan membangun masyarakat berkeadaban.

Musyawarah Kerja Nasional PPP dan Halaqah Nasional Alim Ulama yang dibuka di Pondok Pesantren Lirboyo pada hari ini juga merupakan langkah konkret kita, mewujudkan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam. Inilah peristiwa besar bagi PPP, karena untuk pertama kalinya, sebuah acara berskala nasional sejak era reformasi, diselenggarakan di Pondok Pesantren yang merupakan basis utama PPP. Dan yang paling membanggakan dan patut kita syukuri bersama adalah Pondok Pesantren Lirboyo yang dihuni lebih dari 10.000 santri dan menghasilkan alumni berkualitas dan mumpuni, berkenan menjadi tempat pelaksanaan Mukernas dan Halaqah Nasional Alim Ulama kali ini. Tentu kita juga berharap PPP bisa "ngalap-berkah" sebagaimana para santri dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, sehingga upaya kita membawa PPP hadir di hati umat, dengan 12 juta kader yang siap berkhidmat, dapat terwujud dengan mudah di bawah bimbingan Allah Penebar Rahmat.

Adapun Rumah Besar Umat Islam dalam pengertian substansial bisa dipahami sebagai arti kiasan tentang makna kebersamaan. Bersama membangun Rumah Besar PPP hakekatnya adalah membangun Rumah Besar Umat Islam untuk bangsa dan negara Indonesia yang sejahtera dan mandiri. Kita mengartikan Rumah Besar PPP itu sama dengan Rumah Besar Umat Islam ini dengan "satu kata kunci", yaitu: kebersamaan.

(1)     Rumah Besar PPP; dibangun bersama, untuk melindungi hak-hak dasar kita bersama.
(2)     Rumah Besar PPP; milik bersama, untuk mewadahi kebutuhan kita bersama.
(3)     Rumah Besar PPP; dijaga dan dipelihara bersama, untuk merajut perbedaan dalam kebersamaan kita.
(4)     Rumah Besar PPP; diperjuangkan bersama, karena "Bersama Kita Jaya", "Bersama Kita Menggapai Cita-cita".

Hadirin sekalian yang berbahagia;

Selaku Panitia Pengarah atau Steering Committee, izinkan kami menyampaikan beberapa hal. Pada hari ini, tanggal 21 sampai 23 Februari 2012 nanti akan digelar dua perhelatan, yaitu Musyawarah Kerja Nasional dan Halaqah Nasional Alim Ulama. Mukernas dan Halaqah ini merupakan amanat Muktamar VII PPP di Bandung 2011 yang lalu. Mukernas akan membahas dan mengambil keputusan tentang masalah-masalah terkait dengan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, dan masalah-masalah penting yang dianggap mendesak. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh Pengurus Harian, pengurus majelis/departemen/lembaga DPP PPP; Ketua dan Sekretaris Pengurus Harian DPW PPP; Pimpinan Fraksi PPP di MPR/DPR-RI; serta Anggota PPP yang menjadi Pejabat di Lembaga Negara/Pemerintahan di tingkat pusat. Sedangkan Halaqah Nasional Alim Ulama akan diikuti oleh Pimpinan Majelis Syari’ah tingkat DPP, DPW dan DPC, para ulama dan habaib, serta Pimpinan Pondok Pesantren. Halaqah juga menghadirkan para ahli untuk memberikan masukan dan pandangan-pandangan terhadap masalah-masalah aktual terkait keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan yang menjadi perhatian PPP.

Dalam Mukernas, sekurang-kurangnya ada empat agenda, yaitu:
Pertama, Pembahasan, perumusan dan pengesahan program strategis skala nasional yang diharapkan bisa dilaksanakan oleh seluruh jajaran pengurus PPP dari tingkat ranting hingga pusat, sesuai dengan tingkatan masing-masing. Program-program yang akan dibahas dalam Mukernas ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Kita meyakini bahwa eksistensi sebuah partai akan semakin kuat dan kokoh, jika program-program yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan bahwa Partai kita memberi manfaat adalah masyarakat akan mendukung dan memilih partai berlambang ka’bah yang kita cintai ini pada Pemilu 2014 nanti. Oleh karena itu, kami berharap kepada para peserta Mukernas untuk benar-benar berkomitmen dalam merumuskan program-program yang sungguh-sungguh penting dan strategis.

Kedua, dalam Mukernas ini akan disosialisasikan pokok-pokok ketentuan terkait mekanisme pemilihan kepala daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang akan menjadi pedoman segenap jajaran Partai dalam melaksanakan agenda sukses Pemilukada yang dicanangkan PPP.

Ketiga, dalam Mukernas ini juga akan disosialisasikan pokok-pokok ketentuan dan mekanisme pencalonan anggota legislatif tingkat pusat (DPR RI), tingkat provinsi (DPRD Provinsi), dan tingkat kabupaten/kota (DPRD Kabupaten/Kota), yang akan menjadi pedoman kita dalam menghadapi Pemilihan Umum 2014. Pada akhir tahun 2012, diharapkan PPP telah memiliki daftar calon tetap yang handal, yang direkrut melalui mekanisme pencalonan yang demokratis dan akuntabel. Penyiapan daftar calon lebih awal ini dimaksudkan agar para kader PPP bisa mengenali kondisi dan karakter budaya, serta potensi dan tantangan yang dimiliki oleh masyarakat di daerah pemilihannya. Di sisi lain, masyarakat di daerah pemilihan juga memiliki waktu yang cukup untuk mengenali para caleg yang telah disiapkan PPP. Dengan cara demikian, para wakil rakyat dari PPP kelak betul-betul merupakan pilihan mayoritas masyarakat, dan akan menjadi wakil rakyat yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat pemilihnya.

Keempat, dalam Mukernas ini juga akan dibahas dan dirumuskan sistem dan mekanisme rekrutmen kader PPP, yang akan menjadi pegangan atau pedoman kita dalam menggalang potensi dan konsolidasi sumberdaya kader partai. Dengan sistem dan mekanisme ini diharapkan, terhimpun 12 juta kader yang mampu memperkuat partai dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai katalisator proses pemberdayaan masyarakat, melalui demokratisasi dan pendidikan politik yang sehat di negeri tercinta ini.

Hadirin sekalian yang berbahagia;
Di samping Mukernas, di kota santri ini juga akan diselenggarakan Halaqah Nasional Alim Ulama. Tema yang diangkat adalah "Visi Indonesia Masa Depan: Menatap Tantangan Menimbang Kepemimpinan Nasional", yang merupakan sumbangan pemikiran kita untuk mewujudkan cita Indonesia yang demokratis, modern, dan berkeadaban. Muktamar di Bandung memutuskan bahwa Majelis Syariah (wadah para ulama berkhidmah) di PPP tidak hanya berada di tingkat pusat, tetapi juga di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Muktamar juga mengamanatkan DPP, DPW, dan DPC PPP harus meningkatkan hubungan dengan para ulama, pesantren, dan organisasi massa Islam, dengan meningkatkan intensitas dan kualitas silaturahmi dengan mereka, sehingga para ulama, aktivis organisasi massa Islam, dan pengasuh serta pendidik pondok pesantren turut berjuang dan berkiprah bersama PPP.

Adapun agenda Halaqah Nasional Alim Ulama ini ialah:
Pertama, merumuskan tata kerja dan program kerja Majelis Syariah. Melalui sistem tata kerja dan program kerja Majelis Syariah ini, para ulama bisa menjalankan fungsi pembinaan dan pembangunan karakter bangsa. Sebagaimana kita ketahui bersama, akhir-akhir ini citra partai politik secara umum terus mengalami degradasi akibat moralitas kader partai yang tidak lagi terkontrol. Oleh karena itu, Majelis Syariah memikul tanggung jawab yang berat dalam menjaga marwah partai yang dilahirkan oleh para ulama ini.

Kedua, Halaqah Nasional Alim Ulama akan merumuskan sumbangan pemikiran tentang visi Indonesia masa depan, yang meliputi peluang dan tantangan yang dihadapi berdasarkan tuntutan perubahan zaman. Dari rumusan Visi Indonesia Masa Depan itulah akan dirumuskan kualifikasi dan kriteria figur kepemimpinan nasional seperti apa yang dibutuhkan.

Saat ini bangsa Indonesia membutuhkan rasa kebanggaan dan optimisme yang tinggi. Rasa kebanggaan dan optimisme bangsa ini harus dibangun melalui harapan-harapan positif, bukan dengan pesimisme yang tampil dalam bentuk kerusuhan, konflik horizontal, narkoba, korupsi dan sebagainya, seperti yang dari hari ke hari terpampang dalam media massa akhir-akhir ini. Sinisme dan pesimisme terhadap bangsa kita harus segera diakhiri. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki potensi dan peluang besar untuk maju sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Melalui forum ini diharapkan segala potensi dan peluang tersebut bisa tergali dengan baik, sehingga PPP bisa mengobarkan api optimisme dan rasa kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.

Bapak dan Ibu sekalian yang berbahagia;

Demikian sambutan kami atas nama panitia pengarah (steering committee). Sebelum mengakhiri sambutan ini, izinkan saya menyampaikan pantun:

Kita tak lelah menebar rahmat dan salam
Bertekad mencipta karya yang Allah berkahi
PPP Rumah Besar Umat Islam
Berjihad untuk Indonesia sejahtera dan mandiri

Kesempurnaan hanya milik Allah yang Maha Pengasih,
Sekian dan terima kasih...
Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamit tharieq
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Top