PPP: sosialisasi pemilu masih terbatas

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin menilai sosialisasi terkait pemilihan umum 2014 masih terbatas di kalangan masyarakat maupun partai politik.

"Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan meminimalisir pelanggaran dalam pemilu, sosialisasi perlu ditingkatkan oleh KPU maupun Bawaslu," ujar Lukman di Jakarta, Rabu.

PPP Siap Penuhi 30% Caleg Perempuan

Jakarta, Seruu.com - Aturan yang mengharuskann parpol memenuhi 30 persen caleg perempuan di semua tingkatan daerah pemilihan akan dipenuhi oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui Seruu.com di kantornya DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2013) kemarin.

Idealnya, Presiden Hanya Urus Pemerintah dan Negara

Sindonews.com - Beragam tanggapan muncul, menyusul terpilihnya secara aklamasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum.

Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, sebaiknya seorang Presiden tak lagi disibukkan oleh sejumlah urusan di luar tugas pemerintahan dan kenegaraan.

UU Pilpres Atur Presiden Tak Boleh Rangkap Jabatan

JAKARTA, PESATNEWS- Mayoritas partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 menyetujui agar setelah terpilih menjadi presiden, ia tidak boleh rangkap jabatan sebagai pimpinan partai maupun jabatan tertinggi lainnya. Namun, peraturan tersebut tidak perlu sampai mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD), melainkan dapat diatur dalam UU Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sedang dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

PPP: Qanun Aceh Langgar Perjanjian Helsinki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin menilai persoalan pengibaran bendera Aceh seperti mengungkit masa lalu. Karena lambang bendera Aceh yang disebut mirip dengan lambang gerakan separatis Aceh.

"Bendera GAM itu bagian dari masa lalu. Jangan lagi simbol-simbolnya diangkat sehingga kita tidak pernah maju ke depan," kata Lukman di kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (3/4).

Top