Aksi Saling Pecat, Lukman Minta Pengurus Lihat AD/ART

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali melakukan aksi balasan dengan memecat sejumlah pengurus harian PPP. Salah satunya adalah Wakil Ketua PPP, Lukman Hakim Saifuddin yang tak lain pejabat yang menggantikannya di kursi pemerintahan.

Apa tanggapan Lukman soal ini?
Ia mengatakan PPP adalah milik umat dan milik bersama. Karena itu, ketika menjalankan roda kepengurusan partai harus berlandaskan konstitusi partai.

"Siapa pun pengurus, khususnya memang harus berlandaskan AD/ART," katanya, Ahad (14/9).

Lukman tak menegaskan kubu mana yang melanggar konstitusi partai. Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari AD/ART yang dimiliki PPP.

"Dilihat di AD/ART-nya seperti apa. Saya membatasi diri untuk tidak berbicara soal itu," katanya.

Senin, 15 September 2014, 07:22 WIB

Hari ini hasil Mukernas Diumumkan, SDA Capres PPP?

INILAH.COM, Bandung - Hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II akan diumumkan Minggu (9/2/2014) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung. Namun belum diketahui siapa calon presiden (capres) yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Kandidat kuat capres dari partai berlambang kabah ini menyebut nama Suryadharma Ali. Meski belum diumumkan, internal partai sudah mendukung penuh menteri agama ini maju untuk mendapatkan kursi RI 1. Apakah SDA akan deklarasi hari ini?

Ketua SC Mukernas II PPP, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan hasil Mukernas II akan diumumkan di Sabuga pukul 13.00 siang ini. Pengumuman tersebut bertepatan dengan hari lahir (harlah) PPP ke 41.

"Mohon teman-teman pers bisa bersabar karena resminya hasil mukernas ini akan disampaikan dalam acara tersebut," kata Lukman usai Mukernas II di Grand Royal Panghegar, Kota Bandung, Minggu (9/2/2014) dini hari.

Menurut dia, segala sesuatu mengenai langkah PPP dalam pemilihan legislatif (pileg) 2014 ataupun capres akan diumumkan pada saat itu. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan seluruh peserta mukernas.

"Nanti disampaikan di Sabuga," kata dia.

Ditanya apakah PPP akan mendeklarasikan Capres? Lukman kembali meminta untuk bersabar menunggu. Menurut dia deklarasi menyatakan isi dari Mukernas.

"Tapi isinya apa sebaiknya kami berharap bisa menahan diri bersabar," kata dia.

Disinggung mengenai beberapa nama tokoh nonpartai PPP masuk bursa Capres, Lukman menyatakan akan diumumankan di Sabuga.

"Nama itu kan nama-nama yang beredar, tapi apakah itu yang menjadi keputusan mukernas, sebaiknya kita tunggu. Nama itu sudah beredar yang disampaikan para peserta. Keputusannya seperti apa ya bersabar," tegas dia.

Sementara Suryadharma Ali enggan berkomentar banyak usai hadir dalam Mukernas II di Bandung. Mukernas yang selesai hingga dini hari ini membuat SDA juga tampak lelah. Dia menyerahkan kepada ketua Mukernas II.

"Biar pak Lukman yang berkompeten," kata SDA meski serbuan pertanyaan dilontarkan wartawan. [ito]

Presiden Jokowi Buka Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Buka Munas NUPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) karena sebagai jamiah diniah islamiah terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia sudah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perjuangan, dalam menjaga, dalam merawat negara besar Indonesia yang kita cintai bersama.

“Sejarah telah membuktikan Jam’iyah Nadhlatul Ulama selalu berada di garis terdepan bukan saja dalam merebut kemerdekaan tetapi juga di dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hubbul wathan minal iman,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) ke-2 tahun 2019 Nadhlatul Ulama,

Lukman Hakim Yakin Konflik PPP Tak Akan Lahirkan Partai Baru

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin yakin perpecahan di partainya tidak akan berujung pada lahirnya partai baru seperti yang terjadi di partai lain. Menurut dia, saat ini PPP menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk menentukan kepengurusan yang sah atau tidak.

"Enggaklah. Enggak sampai ke sana, mudah-mudahan selesai," ujar Lukman di Kantor Presiden, Rabu (17/9/2014).

Lukman, yang kini menjabat Menteri Agama, menilai, Kementerian Hukum dan HAM yang berwenang menafsirkan mana pengurus yang sah dan yang tidak berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Dia berharap, semua elemen PPP tunduk pada AD/ART partai. Namun, mantan Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) itu tidak mau berkomentar lebih lanjut apakah pemecatan dan pengangkatan pengurus baru yang dilakukan Suryadharma Ali sah atau tidak berdasarkan AD/ART.

"Ya, itu nanti akan dipelajari Kumham (Kementerian Hukum dan HAM) mana yang sesuai dengan konstitusi partai, AD/ART partai," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pasca-pemilu presiden, PPP kembali mengalami konflik internal. Pada 9 September lalu, Suryadharma Ali dipecat dari posisi ketua umum oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat PPP melalui Rapat Pengurus Harian PPP.

Pemecatan yang digerakkan kubu Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi dan Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy (Romy) didukung oleh 28 dewan pimpinan wilayah. Emron akhirnya diangkat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP. Suryadharma menolak pemecatan itu. Dia menganggap pencopotan ketua umum hanya bisa dilakukan melalui forum muktamar.

Suryadharma yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi haji di Kementerian Agama melakukan konsolidasi ke dewan pimpinan cabang. Dia juga memecat sejumlah pengurus DPP, mulai dari Romahurmuziy dan Emron, serta dua Wakil Ketua Umum lain, yakni Lukman Hakim dan Suharso Monoarfa. Suryadharma juga mengangkat pengurus lain yang merupakan loyalisnya.

Puncaknya, faksi Emron Pangkapi mendaftarkan struktur baru pengurus DPP PPP. Suryadharma pun melakukan hal yang sama dengan mendaftarkan kepengurusan yang dibentuknya ke Kementerian Hukum dan HAM.


Rabu, 17 September 2014 | 18:09 WIB

Lukman Hakim Jadi Bintang di Muktamar PPP

TEMPO.CO, Surabaya - Kehadiran Menteri Agama sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakim Saifudin, dalam pembukaan Muktamar VIII PPP di Surabaya, Rabu, 15 Oktober 2014, mengundang perhatian ratusan hadirin. Saat namanya disebut oleh pembawa acara, para undangan riuh memberikan aplaus.

Lukman pula yang secara simbolis membuka pelaksanaan Muktamar dengan memukul perkusi. Dia yang termasuk disebut-sebut potensial memimpin PPP bersama Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy alias Romy. (Baca: PPP Sumbar Ingin Lukman Hakim Jadi ketua Umum PPP)

Nama Lukman disebut-sebut masuk dalam bursa calon menteri presiden terpilih Joko Widodo. Muktamar PPP Surabaya juga dianggap sebagai peneguhan sikap PPP kubu Emron Pangkapi dan Romy untuk merapat ke kubu Jokowi agar masuk dalam gerbong kabinet.

Namun, saat ditanya wartawan tentang benar-tidak dirinya mendapat tawaran menjadi menteri, Lukman mengelak. "Soal kabinet tergantung presiden terpilih. Kami tidak dalam posisi menuntut, apalagi meminta," ujar Lukman.

Menurut Lukman, Muktamar di Surabaya lebih ditujukan untuk mewujudkan islah dua kelompok yang sedang bertikai, yaitu kubu Emron Pangkapi dan kubu Suryadharma Ali. Sebagai forum tertinggi partai, menurut Lukman, Muktamar diharapkan bisa menyelesaikan silang sengketa serta menuntaskan perbedaan pendapat. (Baca: Suryadharma Imbau Kader PPP Tak Datang ke Muktamar Surabaya)

"Soal ke mana arah dukungan PPP diberikan setelah Muktamar, apakah tetap bergabung dengan Koalisi Merah Putih ataukah beralih ke Koalisi Indonesia Hebat, itu sepenuhnya tergantung sikap muktamirin," katanya. (Baca: Koalisi Pro-Jokowi Kompak Hadiri Muktamar PPP)

KUKUH S. WIBOWO
Rabu, 15 Oktober 2014 | 19:47 WIB

Top