Tak Hadir di Jakarta, Mbah Maimoen Zubeir Terima Romi

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Maimun Zubair hari ini menerima kedatangan Ketua Umum DPP M Romahurmuziy dan Ketua Majelis Pakar Lukman Hakim Saifuddin di Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (31/10) petang.

Mba Moen sebelumnya, tidak hadir dalam Muktamar yang digelar Suryadharma Ali (SDA) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafa Noer.

Pertemuan itu berjalan santai, bahkan canda dan tawa ikut mewarnainya. Pertemuan dengan Mbah Mun cukup lama, dan sempat mengajak para tamu untuk shalat maghrib berjama'ah dan makan malam di ruang keluarga.

Muktamar PPP di Surabaya tetapkan Romi sebagai ketua umum

Merdeka.com - Muktamar VIII PPP di Surabaya menetapkan Romahurmuziy sebagai ketua umum PPP periode 2014-2019. Pria yang akrab disapa Romi itu adalah Sekjen PPP di kepemimpinan Suryadharma Ali.

"Memutuskan menetapkan Ir Muhammad Romahurmuziy sebagai ketua umum PPP," kata pimpinan sidang, Suharso Manoarfa di Muktamar VIII PPP, Empire Palace, Surabaya, Kamis (16/10).

Suharso melanjutkan, keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat dengan cara aklamasi.

"Ditetapkan di Surabaya 16 Oktober 2014. Diputuskan secara musyawarah mufakat secara aklamasi," lanjut Suharso.

Lukman Hakim: Muktamar PPP Sudah Selesai

INILAHCOM, Jakarta - Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar kubu Romahurmuzy (Romi), di Surabaya dinilai telah tuntas. Tidak ada lagi muktamar di partai berlambang ka'bah ini.

Politisi PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Romi yang telah terpilih dalam muktamar yang digelar beberapa waktu lalu telah resmi.

"Setahu saya yang di Surabaya sudah selesai," kata Lukman, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Terkait keputusan Mahkamah PPP yang menyebut muktamar yang digelar di Surabaya tidak sah, Lukman enggan berkomentar.

Suryadharma: Bismillah, Saya Terima Pencalonan Ini

Dalam Mukernas II PPP Suryadharma Alie diputuskan sebagai capres

VIVAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan kesediaannya dicalonkan sebagai calon presiden (capres) 2014 oleh partainya. Bagi Suryadharma, pencalonan tersebut merupakan panggilan sekaligus amanah untuknya.

"Dengan segala kerendahan hati, memohon izin pada hadirin, ulama, dan bimbingan Allah. Dengan mengucapkan Bismillah saya menerima pencalonan itu," kata Suryadharma dalam pidatonya di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Institut Teknologi Bandung, Minggu 9 Februari 2014.

Suryadharma menegaskan dia adalah seorang kader yang dibina, dididik dan dibesarkan oleh partai. Oleh karena itu, Menteri Agama itu merasa berkewajiban mengabdikan diri untuk PPP.

"Pengabdian saya untuk PPP, saya niatkan bukan semata-mata untuk PPP. Tapi untuk Islam, umat beragama, Indonesia yang plural, majemuk yang kita cintai," terangnya.

Terkait enam nama lain yang juga dicalonkan PPP, Suryadharma justru menyambut baik. Dengan langkah tersebut, PPP membuktikan bahwa mereka bukan hanya milik warga PPP saja.

"Terbuka untuk seluruh putra putri terbaik bangsa. Siapapun terpilih kita siapkan kepada rakyat," tuturnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Syaifuddin mengumumkan keputusan capres yang akan diusung PPP pada pemilu 2014 mendatang pada Mukernas II PPP di Bandung.

PPP dengan bulat mengamanatkan kepada kader terbaiknya, Suryadharma Ali untuk menerima penetapan sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden RI Periode 2014-2019.

Lukman mengatakan, Mukernas juga mengikuti dan mencermati secara seksama berbagai aspirasi rakyat yang berkembang yang disuarakan para peserta terkait dengan figur kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, mereka mengusung sejumlah nama selain Suryadharma yang dianggap memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik.

Diantaranya Jusuf Kalla, Joko Widodo, Din Syamsuddin, Khofifah Indar Parawansa, Isran Noor dan Jimly Asshiddiqie. Nama-nama tersebut dinilai patut dan pantas dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden RI periode 2014-2019.


POLITIK
Minggu, 9 Februari 2014, 18:46 Dedy Priatmojo, Syahrul Ansyari


Tetapkan Tujuh Bakal Capres, PPP Kekurangan Figur Internal UntuK Capres?

[BANDUNG] Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2) hingga Minggu (9/2).  

Mukernas dipimpin Ketua Umum (Ketum) PPP Suryadharma Ali (SDA) dan dihadiri 253 peserta dari pengurus wilayah seluruh Indonesia, pimpinan fraksi DPR dari PPP, pengurus pusat partai.

Dalam rekomendasi Mukernas ditetapkan ada tujuh nama yang bakal menjadi calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) dari PPP.

Satu nama berasal dari internal partai yaitu SDA. Sementara enam nama lainnya dari luar partai yaitu mantan Wapres Jusuf Kalla, Gubernur DKI Joko Widodo, Ketua Umum PP Muhamadiyah M.Din Syamsuddin, mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Kutai Timur Ihsan Noor.

PPP seperti tidak percaya diri dan kekurangan kader sehingga hanya mencalonkan satu capres dari internal. Padahal, semua tahu bahwa banyak kader terbaik dari internal PPP yang bisa bersaing menjadi capres, di antaranya Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Pengarah Mukernas Lukaman Hakim Saifuddin mengemukakan peserta Mukernas dengan bulat menetapkan SDA sebagai Capres atau Cawapres.

Alasannya, SDA adalah kader terbaik PPP saat ini. Namun PPP juga menyadari ada sejumlah nama lain di luar kader PPP yang bakal menjadi Capres.

Karena itu, PPP mengambil enam nama yang saat ini popularitasnya cukup baik. Mengenai siapa yang ditetapkan menjadi Capres atau Cawapres yang final atau defenitif, Lukman menjelaskan hal itu baru dilakukan setelah melihat hasil pemilihan legislatif (Pileg), 9 April nanti.

Penetapan tujuh bakal Capres ini membatalkan rencana SDA mendeklarasikan diri sebagai Capres. Padahal sebelumnya, pada agenda penutupan Mukernas yang digelar 9 Februari, akan dilakukan deklarasi SDA menjadi Capres.

Undangan sudah disebar ke masyarakat luas. Tempat deklarasi di Gedung Sasanan Budaya Ganesha, Bandung. Undangan telah ditandatangani SDA selaku Ketum dan M Romahurmuziy selaku Sekjen PPP. [R-14]


Suara Pembaruan, Senin, 10 Februari 2014 | 7:38

Top