Tak Hadir di Jakarta, Mbah Maimoen Zubeir Terima Romi

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Maimun Zubair hari ini menerima kedatangan Ketua Umum DPP M Romahurmuziy dan Ketua Majelis Pakar Lukman Hakim Saifuddin di Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (31/10) petang.

Mba Moen sebelumnya, tidak hadir dalam Muktamar yang digelar Suryadharma Ali (SDA) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafa Noer.

Pertemuan itu berjalan santai, bahkan canda dan tawa ikut mewarnainya. Pertemuan dengan Mbah Mun cukup lama, dan sempat mengajak para tamu untuk shalat maghrib berjama'ah dan makan malam di ruang keluarga.

Enam Nama Diusung sebagai Capres PPP

Metrotvnews.com, Jakarta: Musyawarah Kerja Nasional ke-2 Partai Persatuan Pembangunan hari terakhir mengagendakan deklarasi Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali sebagai calon presiden tunggal.

Namun, 26 DPW beserta Majelis Pakar, Majelis Pertimbangan Partai, dan Mahkamah Partai menolak pendeklarasian tersebut. Mukernas akhirnya hanya memutuskan Suryadharma Ali sebagai bakal capres internal PPP dan enam nama lainnya sebagai capres dari eksternal.

Ketua DPP PPP mengatakan, pembatalan deklarasi capres PPP adalah hasil dari Mukernas. Mukernas mengamanatkan deklarasi setelah pileg, karena perolehan suara PPP belum bisa terekam.

"Ini murni pertimbangan rasional. Setelah pileg, baru bisa menentukan. Jadi PPP tidak mau bermimpi dengan tiba-tiba mendeklarasikan. Sedangkan, perolehan suaranya belum jelas seperti apa," kata Suryadharma usai menutup Mukernas ke-2 PPP di Sasana Budaya Ganesa ITB Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/2).

Ia menambahkan, munculnya enam tokoh lain sebagai capres yang diusung PPP seperti, Jusuf Kalla, Joko Widodo, Din Syamsuddin, Isran Noor, Jimly Asshiddiqie, dan Khafifah Indar Parawansa adalah nama-nama yang diyakini mampu mendongkrak perolehan suara partai berlambang Kakbah itu.

"Karena, pemilu legislatif menjadi modal pemilu presiden dan isu pencalonan presiden bisa menjadi pengungkit perolehan suara pemilu legislatif," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, 6 tokoh yang dijadikan bakal capres PPP sebagian besar sudah diminta konfirmasi atas dicalonkan sebagai capres oleh PPP.

"Sebagian sudah berterima kasih karena sudah diundang PPP. PPP sadar betul, hanya parpol yang diberikan kewenangan mengusulkan capres cawapres. Maka PPP merasa berkewajiban untuk memunculkan nama-nama itu," katanya. Meski sebelumnya Yenny Wahid tidak bersedia dan menolak undangan PPP sebagai bakal capres.

"Itu hak yang bersangkutan. Ini sekaligus deklarasi keterbukaan. PPP tidak bisa hanya melihat kader partainya," pungkasnya. (Yahya Farid Nasution)

Editor: Prita Daneswari

POLITIK
Minggu, 09 February 2014 | 19:50 WIB

Tetapkan Tujuh Bakal Capres, PPP Kekurangan Figur Internal UntuK Capres?

[BANDUNG] Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2) hingga Minggu (9/2).  

Mukernas dipimpin Ketua Umum (Ketum) PPP Suryadharma Ali (SDA) dan dihadiri 253 peserta dari pengurus wilayah seluruh Indonesia, pimpinan fraksi DPR dari PPP, pengurus pusat partai.

Dalam rekomendasi Mukernas ditetapkan ada tujuh nama yang bakal menjadi calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) dari PPP.

Satu nama berasal dari internal partai yaitu SDA. Sementara enam nama lainnya dari luar partai yaitu mantan Wapres Jusuf Kalla, Gubernur DKI Joko Widodo, Ketua Umum PP Muhamadiyah M.Din Syamsuddin, mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Kutai Timur Ihsan Noor.

PPP seperti tidak percaya diri dan kekurangan kader sehingga hanya mencalonkan satu capres dari internal. Padahal, semua tahu bahwa banyak kader terbaik dari internal PPP yang bisa bersaing menjadi capres, di antaranya Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Pengarah Mukernas Lukaman Hakim Saifuddin mengemukakan peserta Mukernas dengan bulat menetapkan SDA sebagai Capres atau Cawapres.

Alasannya, SDA adalah kader terbaik PPP saat ini. Namun PPP juga menyadari ada sejumlah nama lain di luar kader PPP yang bakal menjadi Capres.

Karena itu, PPP mengambil enam nama yang saat ini popularitasnya cukup baik. Mengenai siapa yang ditetapkan menjadi Capres atau Cawapres yang final atau defenitif, Lukman menjelaskan hal itu baru dilakukan setelah melihat hasil pemilihan legislatif (Pileg), 9 April nanti.

Penetapan tujuh bakal Capres ini membatalkan rencana SDA mendeklarasikan diri sebagai Capres. Padahal sebelumnya, pada agenda penutupan Mukernas yang digelar 9 Februari, akan dilakukan deklarasi SDA menjadi Capres.

Undangan sudah disebar ke masyarakat luas. Tempat deklarasi di Gedung Sasanan Budaya Ganesha, Bandung. Undangan telah ditandatangani SDA selaku Ketum dan M Romahurmuziy selaku Sekjen PPP. [R-14]


Suara Pembaruan, Senin, 10 Februari 2014 | 7:38

Suryadharma: Bismillah, Saya Terima Pencalonan Ini

Dalam Mukernas II PPP Suryadharma Alie diputuskan sebagai capres

VIVAnews - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan kesediaannya dicalonkan sebagai calon presiden (capres) 2014 oleh partainya. Bagi Suryadharma, pencalonan tersebut merupakan panggilan sekaligus amanah untuknya.

"Dengan segala kerendahan hati, memohon izin pada hadirin, ulama, dan bimbingan Allah. Dengan mengucapkan Bismillah saya menerima pencalonan itu," kata Suryadharma dalam pidatonya di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Institut Teknologi Bandung, Minggu 9 Februari 2014.

Suryadharma menegaskan dia adalah seorang kader yang dibina, dididik dan dibesarkan oleh partai. Oleh karena itu, Menteri Agama itu merasa berkewajiban mengabdikan diri untuk PPP.

"Pengabdian saya untuk PPP, saya niatkan bukan semata-mata untuk PPP. Tapi untuk Islam, umat beragama, Indonesia yang plural, majemuk yang kita cintai," terangnya.

Terkait enam nama lain yang juga dicalonkan PPP, Suryadharma justru menyambut baik. Dengan langkah tersebut, PPP membuktikan bahwa mereka bukan hanya milik warga PPP saja.

"Terbuka untuk seluruh putra putri terbaik bangsa. Siapapun terpilih kita siapkan kepada rakyat," tuturnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Syaifuddin mengumumkan keputusan capres yang akan diusung PPP pada pemilu 2014 mendatang pada Mukernas II PPP di Bandung.

PPP dengan bulat mengamanatkan kepada kader terbaiknya, Suryadharma Ali untuk menerima penetapan sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden RI Periode 2014-2019.

Lukman mengatakan, Mukernas juga mengikuti dan mencermati secara seksama berbagai aspirasi rakyat yang berkembang yang disuarakan para peserta terkait dengan figur kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, mereka mengusung sejumlah nama selain Suryadharma yang dianggap memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik.

Diantaranya Jusuf Kalla, Joko Widodo, Din Syamsuddin, Khofifah Indar Parawansa, Isran Noor dan Jimly Asshiddiqie. Nama-nama tersebut dinilai patut dan pantas dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden RI periode 2014-2019.


POLITIK
Minggu, 9 Februari 2014, 18:46 Dedy Priatmojo, Syahrul Ansyari


Top