PPP Ngotot Ambang Batas Presidensial Turun

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan masih menginginkan penurunan ambang batas presidensial yang saat ini masih 20 persen kursi DPR dan 25 persen perolehan suara nasional. Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan partai yang telah menjadi peserta pemilu seharusnya berhak mengajukan calon presiden. "Tak ada persyaratan persentase ambang batas presidensial dalam konstitusi," kata Lukman saat dihubungi kemarin.

Badan Legislasi DPR dua kali menolak revisi Undang-Undang Pemilihan Presiden. Lukman mengatakan partainya masih melobi partai lain agar mendukung revisi undang-undang itu. Wakil Ketua MPR ini membantah kabar bahwa partainya ingin menurunkan ambang batas presidensial agar bisa mengajukan calon presiden sendiri.

Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy mengatakan revisi diperlukan karena belakangan mulai muncul tokoh yang mendeklarasikan pencalonan presiden. Sayangnya, para calon yang sangat mungkin didukung publik itu bisa terbentur angka ambang batas. Romahurmuziy tak percaya angka ambang batas tinggi menjamin keberlangsungan sistem presidensial.

Tak semua setuju dengan PPP. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Marwan Ja'far menolak rencana revisi. "Kalau mau berubah, harus lewat Mahkamah Konstitusi." Marwan menilai penurunan ambang batas justru memperlemah sistem presidensial. "DPR akan menyandera pemerintah." Anggota Badan Legislasi dari PDI Perjuangan, Arif Wibowo, mengatakan partainya akan menolak revisi itu. PRAM

sumber: http://koran.tempo.co/konten/2013/08/28/319850/PPP-Ngotot-Ambang-Batas-Presidensial-Turun

PPP Sebut Tes Keperawanan Banyak Mudarat daripada Manfaatnya

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Rencana penerapan tes keperawanan terhadap siswi SMA di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, terus menuai kecaman.

Bahkan, kali ini, protes terhadap rencana Dinas Pendidikan Prabumulih itu dilontarkan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Lukman Hakim Saifuddin, yang notabene partai berbasiskan Islam.

"Saya tak melihat adanya kebutuhan dan urgensi yang besar, dan mendasar dari rencana pemberlakuan tes keperawanan bagi pelajar putri SMA oleh Dinas Pendidikan di Prabumulih, Sumsel," kata Lukman dalam rilisnya, Selasa (20/8/2013).

Menurutnya, tes semacam itu bukan "obat mujarab" bagi persoalan merajalelanya pergaulan bebas dan praktik prostitusi yang dilakukan siswi sekolah.

Seharusnya, kata dia, Disdik Prabumulih fokus melakukan penanaman nilai dan proses penyadaran yang dilakukan massif terkait dampak dari perilaku seks bebas di kalangan siswa.

"Saya khawatir, tes keperawanan itu mudharatnya lebih besar dari pada manfaat yang hendak diraih. Selain itu, tes keperawanan itu mengusik privasi dan terbuka peluang terjadinya praktik diskriminatif terhadap siswi," tandasnya.

Seperti diberitakan, Disdik Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, membuat rencana kebijakan yang kontroversial. Semua siswi sekolah di Prabumulih diwacanakan akan dites keperawanannya. Tes tersebut, sebagai respons terhadap maraknya kasus siswi sekolah yang berbuat mesum, bahkan diduga melakoni praktik prostitusi.

"Kami tengah merencanakan ada tes keperawanan untuk siswi SMA sederajat. Dana tes itu kami ajukan untuk APBD 2014," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih HM Rasyid, Senin (19/8/2013).

Rasyid mengakui, rencana Disdik tersebut rentan disalahartikan dan bakal mendapat kecaman pelbagai pihak. Disdik juga sempat takut rencana kebijakan itu bakal dicap melanggar hak asasi para siswi.

"Masalah keperawanan adalah hak asasi setiap perempuan. Tapi, di sisi lain, kami berharap seluruh siswi tak terjerumus ke hal negatif. Karena itu, kami tetap mewacanakan kebijakan itu untuk digelar tahun depan," katanya.

Selasa, 20 Agustus 2013 21:53 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews. Hasanudin Aco

PPP Gandeng 99 Aktivis Mahasiswa Jadi Jurkam

Bogor (Antara) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggandeng 99 aktivis mahasiswa sebagai juru kampanye muda, yang merupakan salah satu strategi untuk mendulang suara dalam pemilu legislatif.

"Ini merupakan salah satu strategi PPP dalam pemenangan pemilu, karena kita melihat banyak pemilih pemula yang harus didekati dengan bahasa yang sama, untuk itu kita merekrut kalangan muda," ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin saat dihubungi Antara usai Rakornas PPP di Cikopo, Kabupaten Bogor, Senin malam.

Lukman mengatakan juru kampanye ini merupakan 99 aktivis mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia seperti UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Trisakti, Universitas Paramadina, Universita Jayabaya, STMI Jakarta, STIE Swadaya, STKIP, STAI As-syafiiyah dan beberapa kampus lainnya.

Para aktivis muda ini mendapat penataran sebagai juru kampanye bersama para jurkam nasional yang dilangsungkan selama dua hari di Bogor. Penataran juru kampanye nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Katua Umum DPP PPP Suryadharma Ali pada Minggu (9/3).

Dalam kata sambutannya Menteri Agama tersebut mengatakan, penataran jurkamnas untuk memberikan belak pengetahuan dan mental bagi para juru kampanye dalam mempengaruhi pemilih untuk ikut berpartisipasi pada Pemilihan umum legeslatif 2014.

Salah satu segmen yang dibidik PPP, adalah pemilih pemula yang terdiri dari anak muda. Menurut Suryadhaman PPP terus berjuang untuk memperluas jaringan di kalangan pemilih pemula dan generasi muda.

"PPP tidak lagi disebut partai orang tua. Hadirnya anak muda ini akan memberikan warna yang besar bagi perjalanan PPP. Bukan berarti PPP melakukan "amputasi" terhadap orang tua, tapi lebih pada gerakan regenerasi," ujarnya.

Ia menambahkan hadirnya kader muda harus menjadi jembatan untuk mempertautkan antara PPP dengan pelajar di tingkat SLTA maupun pondok pesantren.

Lebih lanjut ia mengatakan PPP akan menggunakan berbagai media seperti diskusi, pertunjukan seni, pertandingan olahraga untuk memperluas jaringan di kalangan anak muda.

"Kreasi dan inovasi harus selalu muncul dalam diri anak-anak muda PPP, agar pemilih pemula lebih tertarik," urainya.

Sementara itu, Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy menambahkan selain dari kalangan mantan aktivis mahasiswa, jurkamnas juga terdiri dari kyai, ustadz, tokoh masyarakat serta pengurus DPP PPP dengan jumlah peserta sekitar 500 orang.

Ia mengatakan hadirnya muka-muka baru dalam tubuh PPP tersebut diharapkan mampu memberikan warna baru bagi partai berlambang Ka`bah tersebut.

"Kami merekrut 99 talenta muda. Itu terdiri dari mantan aktivis BEM dan senat mahasiswa untuk menjadi jurkamnas keliling di 33 provinsi," ujarnya.

Romahurmuziy yang akrab disapa Romy itu mengatakan, ada tiga strategi yang dilaksanakan PPP untuk memenangkan pemilu mendatang. Salah satunya dengan merektrut para aktivis muda untuk dijadikan juru kampanye nasional (jurkamnas).

Strategi kedua, sambungnya, yaitu mepertahankan 38 kursi DPR dan merebut 58 kursi yang pernah diduduki anggota legislatif dari PPP.

"Kemudian strategi yang ketiga merebut suara dari para pemilih muda," ujar Romy.

Romy menjelaskan, rapat koordinasi kampanye nasional PPP ini digelar sebagai upaya untuk melakukan sinergi antara para kader untuk meraih kemenangan di berbagai daerah.

Koordinasi tersebut juga sebagai persiapan menuju putaran kampanye yang akan berlangsung pada 16 Maret hingga 5 April 2014.

"Kita dihadapkan pada 79 kali jadwal kampanye rapat umum, tapi nggak kita gunakan semua. Sekurang-kurangnya 20 titik kami akan lakukan kampanye terbuka untuk membangkitkan semangat kader," ujarnya.

Menurut Romy tantangan Pemilu 2014 cukup berat karena dengan sistem suara terbanyak, persaingan tidak hanya dengan eksternal partai politik, namun persaingan di internal parpol pun tak kalah sengit.

"Itu fakta yang ada sekarang, kepada caleg-caleg PPP, kami menginstruksikan untuk mengindari gesekan antar caleg, juga hindari gesekan dengan parpol lain. Kami berharap PPP mengedepankan sikap politik yang santun," ujarnya.

Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, PPP juga menyiapkan materi kampanye yang mengena bagi anak-anak muda. Diantaranya pemanfaatan media sosial dan dunia maya untuk menyasar segmen pemilih pemula.

"Selain itu, PPP mencoba memfasilitasi berbagai kebutuhan anak muda agar mereka bisa berkreasi untuk hal-hal yang positif," katanya.

Kegiatan yang dilakukan PPP untuk mendekati segmen mahasiswa, yakni workshop jurnalisme politik bagi mahasiswa beberapa bulan lalu. Kegiatan ini didikuti 86 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin. (ar)

Antara – 8 jam yang lalu

PPP Dukung Ide KPK Tes Integritas Caleg

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehendak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar para Caleg mengikuti tes integritas patut didukung semua pihak.

"Meski saya sendiri belum mengetahui seberapa besar efektivitas tes itu dalam menangkal praktek-praktek koruptif di lembaga legislatif, tapi setidaknya hal itu merupakan langkah preventif yang baik," kata Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (17/9/2013).

Dia menyarankan  KPK membuka pendaftaran saja bagi Caleg yang mau mengkuti tes tersebut.

"Saya pasti akan daftarkan diri untuk mengikutinya. Terus terang saya tak tahu apakah perkara integritas itu bisa diuji dan di-tes," kata Lukman.

Namun, kata dia,  justru itulah pihaknya semakin bersemangat untuk mengikutinya.

"KPK tak cukup hanya nyatakan DPR sebagai lembaga terkorup. Mari dukung KPK untuk juga adakan tes integritas itu bagi semua caleg. Semoga DPR hasil Pemilu 2014 akan jauh lebih baik," kata wakil Ketua MPR RI ini.

Selasa, 17 September 2013 17:08 WIB

PPP: Ide Poros Tengah Hanya Masa Lalu

TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ide poros tengah yang sedang digagas Amien Rais tidak relevan lagi untuk masa sekarang. Pasalnya, kelahiran poros tengah dulu untuk menjembatani dua kubu politik yang berseberangan.

"Tidak relevan tetapi PPP sangat menghormati dan mengapresiasi bagi mereka yang menyakininya," kata Lukman saat dihubungi, Jumat 11 September 2013.

Menurut dia, tidak adanya gesekan kedua kubu politik yang berseberangan menjadikan wacana poros tengah tidak perlu disuarakan. Lukman mengatakan persoalan bangsa yang dihadapi saat ini terlalu besar jika dipikul oleh kelompok tertentu, seperti partai-partai islam yang tergabung dalam poros tengah.

Bila koalisi itu terbentuk, Lukman menyarankan kelompok nasionalis dan partai islam dapat bekerjasama. "Sekat-sekat itu terlalu tajam dan rigid. Tidak cukup diatasi oleh golongan tertentu saja."

PPP, kata Lukman, bakal lebih tertarik dengan sosok calon presiden daripada gagasan poros tengah. Saat ini, figur yang mempunyai integritas, rekam jejak yang baik, mempunyai kemampuan memimpin bangsa dan bisa diterima oleh semua pihak lebih dibutuhkan daripada konsep yang ditawarkan oleh Amien Rais itu.

Sabtu, 14 September 2013 | 03:14 WIB

Top