PPP Ajak Partai-partai Islam Pulang ke "Rumah Besar"

RMOL. Partai-partai berbasiskan Islam yaitu PKS, PPP, PAN dan PKB sulit diharapkan untuk memperoleh peningkatan suara signifikan pada pemilu dua tahun lagi.

Dalam beberapa hasil survei mereka tidak pernah menduduki tiga besar. Bahkan, Lembaga Survei Nasional menyebut semua partai Islam hanya memiliki elektabilitas 5 persen ke bawah.

PPP siap duetkan Jokowi dengan Suryadharma Ali

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap membuka pintu koalisi dengan PDI Perjuangan dalam Pemilihan Presiden 2014. Namun, hal ini dapat dijawab setelah 9 April, mendatang. Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifudin mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo termasuk salah satu capres yang siap untuk di duetkan oleh Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali.

"Sangat mungkin dan bisa. Dalam hal ini tentu sudah dibuktikan seperti Bu Mega dan Pak Hamzah jadi sudah ada pengalaman sebelumnya. Tapi ini masih sangat tergantung hasil pileg seperti apa," ujar Lukman di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (17/3).

Dia menambahkan, dirinya tak bisa komentar lebih banyak layak atau tidaknya jika di duetkan. Namun, dia menilai kecocokan capres dan cawapres dilihat dari cara pandang visi dan misi yang sama. "Sekarang tidak ada satu pun partai yang bisa menjamin semua itu, partai politik masih akan menunggu pileg," pungkasnya.

"Kita lihat harus ada, kecocokan visi, target pemerintahan, dan Ideologi apa yang akan dibangun. Kalau semua ada kecocokan, kenapa tidak?" ujarnya.

Mengomentari soal penolakan sebagian kalangan terhadap pencapresan Jokowi oleh PDIP, Lukman menegaskan pencalonan tersebut tidak melanggar undang-undang.

"Kalau intinya sih semuanya berhak untuk mencalonkan sebagai presiden dan itu tidak menyalahkan aturan undang-undang," ujar Lukman.

Menurut dia, selama tidak melanggar undang-undang hal ini tidak bisa disalahkan, meski orang yang dicalonkan itu memegang jabatan tertentu. Namun, kata dia, etis atau tidaknya itu dapat ditanyakan kepada pihak yang bersangkutan.

"Kalau itu dicalonkan sebagai capres atau cawapres silakan tanyakan sama bersangkutan persepsinya bagaimana. Mereka yang bisa menjawabnya," pungkas Lukman.
[bal]
Reporter : Sukma Alam | Senin, 17 Maret 2014 16:32

Dukungan PPP Dideklarasikan Kamis Sore

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sempat beberapa kali dijadwalkan ulang, sikap resmi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua akan diumumkan Kamis (2/8/2012) sore. Deklarasi dukungan itu akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di Kantor Pusat PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta.

PPP: Pidato SBY Cukup Melegakan

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menganggap pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melegakan dalam menyikapi konflik antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sikap ini sangat ditunggu masyarakat.

Politisi Loncat Partai Harus Jelaskan Alasannya

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi yang meloncat partai harus bisa menjelaskan alasannya. Jika tidak ada penyebab prinsipiil terkait idealisme, berarti kepindahannya itu memang demi meraih keuntungan pragmatis.

"Orang berpolitik, aktif sebagai pengurus partai, atau menjadi anggota legislatif, tentu punya visi perjuangan melalui partai itu. Jika kemudian pindah ke partai lain, dia harus menjelaskan,

Top