Politisi PPP: Pidato SBY Melegakan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Syaifuddin menegaskan pidato Presiden SBY, semalam, melegakan.

"Sikap Presiden SBY melegakan dalam menyikapi kasus Polri-KPK," kata Lukman dalam

PPP Bilang Kalau Reshuffle, Kapan Produktifnya?

INILAH.COM, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai usulan reshuffle (perubahan susunan) kabinet pasca mundurnya Andi Alfian Mallarrangeng sebagai menpora adalah tidak tepat.

"Usia pemerintahan ini tinggal 1,5 tahun lagi. Bila terjadi reshuffle beberapa portofolio, maka justru akan kontraproduktif," jelas Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (11/12/2012).

PPP, ke Jokowi atau Foke?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan partainya segera akan memutuskan memberi dukungan kepada calon gubenur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang lolos putaran kedua. "Dalam dua atau tiga hari ke depan akan resmi diputuskan mendukung siapa," kata Lukman ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (15/7/2012).

Terganjal PT, PPP Pesimis Gelar Konvensi Capres

Jakarta, PenaOne – Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, konvensi calon presiden yang rencananya akan digelar PPP tidak akan berguna jika masih terganjal ketentuan Presidential Threshold (PT) 20 persen suara DPR atau 25 persen suara nasional.

“Kalau tetap UU Pilpresnya 20 dan 25 persen PPP merasa bahwa kalau toh PPP mengadakan konvensi maknanya menjadi tidak besar lagi bahkan tidak ada gunanya lagi,”kata Lukman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Untuk itu, PPP kata Lukman akan mengkaji kembali jadi atau tidak menggelar konvensi.

“Jadi konvensi tidak akan dilakukan, dan kita akan sangat berfikir ulang melakukan itu,” jelas Wakil Ketua MPR itu.

“Jadi apakah tetap akan ketok palu (RUU Pilpres). Kita akan lihat sebulan atau dua bulan, apakah ada partai lain yang merasa keberatan dan akan melakukan judicial review (pasal tentang PT),” tambahnya.

Lukman berharap, RUU Pilpres terutama pasal tentang Presidential Threshold mengalami perubahan sehingga partainya atau partai politik lain dapat mengusung calon presiden (Capres) sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita sangat optimis ketika revisi UU Pilpres dilakukan 10 atau 25 persen itu dilakukan itulah kenapa kita sangat serius mempersiapkan konvensi,”tandasnya. (bam)

Penulis: Yunisa Herawati

Senin, 8 Juli 2013 | 16:20:47

Tantangan Parpol Semakin Berat

JAKARTA – Tantangan partai politik di masa mendatang semakin berat. Sebagai salah satu saluran yang melahirkan pemimpin politik, parpol diharapkan bergerak sesuai konstitusi dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang handal.

Top