PBNU Dukung Usul KH Saifuddin Zuhri sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta, GATRAnews - Ketua PBNU, Said Aqil Siradj menyatakan siap untuk mendukung Prof.K.H Saifuddin Zuhri sebagai pahlawan nasional RI. “Semua berawal dari figur. Melalui figurlah lahir peradaban dunia dan sosok Prof. K.H Saifuddin Zuhri layak menjadi seorang pahlawan nasional RI karena beliau turut memberi kontribusi tenaga dan pikirannya untuk melawan penjajah”, ujarnya.

Acara seminar Perjuangan dan Pengabdian Prof. K.H Saifuddin Zuhri untuk Bangsa dan Negara yang digelar selasa (2/7) di kantor PBNU, Jakarta Pusat dihadiri oleh

KH Saifuddin Zuhri Harus Diteladani Generasi Muda

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU  KH Said Aqil Siroj mengatakan, perjuangana tokoh NU  untuk bangsa dan negara KH Saifuddin Zuhri harus ditiru generasi muda. Ia mengatakan hal itu pada seminar “Perjuangan dan Pengabdian KH Saifuddin Zuhri untuk Bangsa dan Negara: Usulan sebagai Calon Pahlawan Nasional Tahun 2013" di Gedung PB NU lantai 8, Jakarta, Selasa (2/6) siang.

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini mengakui, seminar ini sangat terlambat, “seharusnya diadakan begitu wafat, terus dikaji, dianlisis apa

Menanti Gelar Pahlawan untuk KH Saifuddin Zuhri

Kamis, 04 Juli 2013, 12:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,  Dukungan mengalir deras. Sejumlah tokoh meminta agar KH Saifuddin Zuhri dianugerahi sebagai pahlawan nasional.

Sebut saja, misalnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan tokoh perempuan Khofifah Indar Parawansa. Usulan mereka sampaikan kepada pemerintah.

Saifuddin merupakan pejuang yang juga ulama. Ia lahir pada 1919 di Banyumas, Jawa Tengah.

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuan Ambarawa (1)

Pada usia 19 tahun KH Saifuddin Zuhri dipilih menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Daerah Jawa Tengah Selatan, dan Konsul Nahdlatul Ulama Daerah Kedu merangkap guru madrasah. Berbarengan dengan itu, ia aktif dalam dunia kewartawanan, menjadi koresponden kantor berita Antara dan beberapa harian dan majalah.

Sebagai Komandan Divisi Hizbullah Jawa tengah dan Anggota Dewan Pertahanan Daerah Kedu, ia memimpin laskar Hizbullah untuk bersama-sama pasukan TKR dibawah pimpinan Kolonel

Top