Teladan itu [Pernah] Ada: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan buku "Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa". Dalam buku itu disebutkan sejumlah tokoh yang memiliki integritas tinggi. Mereka berwatak pejuang, disiplin, jujur, berdedikasi, dan layak dijadikan tokoh teladan anti korupsi.

Para tokoh yang diangkat kisahnya dalam buku ini memilih hidup sederhana bukan karena tidak mampu, bukan pula karena tidak bisa kaya. Mereka memilih hidup sederhana karena fokus dalam menjalankan amanat rakyat,

bukan untuk memperkaya diri. Menjadi abdi negara dan rakyat bukan berarti mencari kehidupan dengan memanfaatkan kekayaan negara. Melihat deretan tokoh yang ada di buku ini, kita patut menarik nafas lega dan berbangga hati. Mereka setidaknya membuktikan bahwa negeri ini pernah memiliki pemimpin-pemimpin yang amanah, jujur, sederhana, dan bertanggung jawab. Mereka adalah bukti bahwa bangsa kita tidak mengenal apa yang disebut secara salah kaprah budaya korupsi, sebaliknya justru sejak awal telah memiliki budaya anti korupsi. Dari mereka, kita bisa bercermin dan kepada mereka kita bisa belajar tentang nilai integritas.

Dalam menentukan pilihan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki rumusan sembilan nilai antikorupsi yang juga dikenal sebagai sembilan nilai integritas. Kesembilan nilai itu dijadikan tolok ukur dalam menilai seorang tokoh, apakah bisa dijadikan teladan dalam melawan korupsi atau tidak. Semakin banyak nilai antikorupsi yang ditunjukkan, semakin tinggi integritas seseorang dan semakin pantas untuk dijadikan teladan dalam pemberantasan korupsi. Di antara mereka ada nama Prof K.H. Saifuddin Zuhri, seorang pejuang kemerdekaan dari kalangan ulama. Siapa mereka dan apa nilai keteladanan yang diwariskan kepada bangsa, silakan mengikuti kisahnya dalam buku Belajar integritas kepada Tokoh Bangsa. DOWNLOAD

Top