SBY Dianugerahi World Statesman Award, Ini Komentar Wakil Ketua MPR

Senayan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal dianugerahi World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation (ACF), suatu yayasan antar-agama bergengsi di Amerika Serikat, akhir bulan ini. Apa komentar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin?

"Memang menimbulkan kontroversi. Tapi presiden punya pertimbangan sendiri. Kita hormati itu dan harus jadi pemicu pemerintah ke depan. Kita ambil positifnya saja," kata Lukman kepada JurnalParlemen, Jumat (24/5).

Menurut Lukman, memang banyak yang mempersoalkan penghargaan ini, karena melihat fakta di lapangan, kasus-kasus kekerasan atas nama agama dan intoleransi marak terjadi. "Tapi ini kan penghargaan sudah mau dikasih. Kita ambil positifnya saja," tambah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Oleh sebagian kalangan, SBY disebut belum layak menerima penghargaan yang dianugerahkan kepada sejumlah pemimpin dunia yang dinilai mempromosikan toleransi, perdamaian, dan resolusi konflik itu. Sebab, Presiden dinilai gagal mencegah kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama ataupun menjalankan proses hukum dan peradilan yang memberikan keadilan kepada para korban.

Human Rights Working Group (HRWG), sebuah organisasi koalisi NGO HAM di Indonesia yang beranggota 47 lembaga dalam keterangan persnya menolak award untuk SBY. SBY dinilai gagal untuk mendorong sebuah budaya toleransi di Indonesia, baik melalui jalur formal maupun informal seperti bidang pendidikan.

JurnalParlemen
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Dzikry Subhanie     Jum`at, 24 Mei 2013 17:04:14

Top