PPP: Soal Nama Capres, Sabar Dulu

KEDIRI, TRIBUN-TIMUR.COM -  Mukernas I PPP yang digelar di Kota Kediri, akhirnya tidak menyebut daftar calon presiden (capres) dan cawapres yang bakal diusung partai berlambang kabah pada pemilihan presiden (pilpres) 2014.

“Soal nama calon presiden sabar dulu, kami masih berkonsentrasi meningkatkan modal politik dalam bentuk perolehan suara dan kursi yang lebih besar,”ungkap Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali usai Mukernas I DPP PPP di Hotel Grand Surya, Kota Kediri, Kamis (23/2/2012).

Suryadharma beralasan, jika modal politik yang diraih PPP besar, maka partisipasi politiknya dapat lebih jauh. Sehingga Mukernas I tidak menyebutkan daftar nama-nama capres dan cawapres.

“Sekarang timingnya masih belum pas, dinamika politik masih berlangsung dan cair. Kristalisasi juga belum terlihat, peta mengenai pencalonan juga belum terlihat, termasuk kekuatan partai politik,” ungkapnya.

Terkait kualifikasi calon pemimpin nasional, telah ditetapkan oleh majelis syariah DPP PPP yang telah menggelar halaqoh. Namun forum halaqoh juga sepakat tidak menyebut nama capres dan cawapres.

Dalam Halaqoh Nasional Majelis Syariah DPP PPP telah menghadirkan lima nara sumber yang namanya banyak disebut lembaga survey sebagai calon pemimpin masa depan. Lima nama kemudian diundang sebagai nara sumber halaqoh.

Ke lima tokoh itu, adalah Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum DPP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD dan tokoh muda Anis Baswedan.

Ketua Stering Komite Mukernas, Lukman Hakim Saifudin menjelaskan dalam Mukernas memang telah memunculkan sejumlah nama capres dan cawapres yang bakal dikaji dan dicermati. Nama-nama calon tersebut bakal dibahas secara khusus dalam Rapimnas.

Ditambahkan Lukman, untuk menghadapi pemilu legislatif 2014, caleg PPP di DPRD dan DPR bakal menetapkan akhir tahun ini. Setelah ditetapkan, para caleg tersebut diharapkan sudah mulai sosialisasi menggalang dukungan di masing-masing dapil.

PPP telah menyusun progam strategis untuk pemenangan pemilu serta mencapai target 12 juta kader partai di seluruh Indonesia. Strategi pemenangan pemilu tersebut meliputi pemilu legislatif, pemilukada mulai kabupaten sampai provinsi serta pilpres 2014.(*/tribun-timur.com)

Tribun Timur - Kamis, 23 Februari 2012 23:57 WITA

Top