Hanya Presiden yang Bisa Selamatkan Komnas HAM

Metrotvnews.com, Jakarta : Masa jabatan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan berakhir Kamis (30/8) besok. Jika tak ada pelantikan komisioner baru maka Komnas HAM akan bubar.

"Berakhirnya masa jabatan komisioner Komnas HAM 2007-2012 pada 30/08/12 tanpa diiringi pelantikan komisioner baru akan sebabkan bubarnya Komnas HAM."Kata Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin kepada Metrotvnews.com, Rabu (29/8).

Lukman Hakim: Presiden Tak Bisa Paksakan Visi Misinya Sendiri

Sayangi.com - Penampilannya tidak seperti kebanyakan politisi di Kompleks Parlemen yang berapi-api. Namun dari suaranya yang jernih dan pembawaannya yang tenang, terpancar kedalaman pemikiran seorang negarawan. Begitulah kesan yang didapat Sayangi.com dari Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, saat berkesempatan mewawancarai pria kelahiran Jakarta, 25 November 1962 ini.

Wawancara dilakukan wartawan Sayangi.com, Muhammad Sulhi, jelang acara diskusi publik di DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), Sabtu (31/8). Tema yang diangkat seputar visi dan misi bangsa ini yang dirasa mulai kabur dari arah yang dikehendaki rakyat. Wawancara berlangsung singkat, dan Lukman Hakim - suami Trisna Willy dan ayah 3 orang anak - ini menjawab semua pertanyaan dengan lugas.   

Anda setuju dengan pendapat sejumlah kalangan bahwa negara ini bergerak tanpa arah dan dikuasai oleh segelintir individu dan kelompok?

Ya, sebenarnya ini karena penyelenggara negara tidak cukup aware dan tidak cukup memahami ke arah mana sebenarnya arah bangsa ini menuju. Kalau dulu, sebelum ada perubahan atau amandemen Undang-Undang Dasar, kita punya Garus-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Itulah yang menjadi acuan kita bersama, yang menjadi haluan kita dalam membawa bangsa ini menuju ke arah mana. Jadi, masing-masing kita mempunyai platform yang sama saat berbicara tentang rencana bangsa ini ke depan.

Menag: Kita Harus Berjiwa Besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta semua pihak untuk bisa berjiwa besar dalam menyikapi perbedaan awal Ramadhan. Terjadinya perbedaan dalam penentuan tanggal satu Ramadhan dan satu Syawal itu merupakan hal klasik.

''Kika berupaya sedapat mungkin agar persamaan itu dicapai. Kalau tidak bisa juga, ya tentu masing-masing dari kita harus berjiwa besar untuk toleran,'' kata Lukman Hakim di Jakarta, Rabu (18/6).

Menteri meminta agar semua pihak bisa saling menghormati jika tetap terjadi perbedaan. Namun demikian ia sangat berharap akan diupayakan persamaan pandangan.

Pemerintah, kata Lukman Hakim, berkewajiban menetapkan satu Ramadhan dan satu Syawal karena negara bertanggung jawab terhadap mayoritas umat Islam yang membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan ibadah puasa.

Terkait dengan sikap Muhammadiyah yang sudah mengumumkan awal Ramadhan, menteri berharap agar pada sidang istbat semua pihak bisa datang. Menurut dia, kehadiran wakil dari Muhammadiyah menunjukkan adanya kebersamaan antarasesama umat Islam di negeri ini.

''Saya sudah berkunjung ke Pak Din Samsudin (pimpinan Muhammadiyah), sudah ada kesepahaman bahwa upaya (membangun) kebersamaan itu bisa diwujudkan,'' katanya.

Rabu, 18 Juni 2014, 18:22 WIB

Sidang Isbat, Menag Sebar Petugas di 30 Titik

JAKARTA--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sidang isbat untuk penentuan hilal menjelang bulan suci Ramadhan 1435 H. Sidang Isbat akan dilaksanakan pada Jumat, (27/6) pukul 16.30 sore.

"Sudah disebar petugas hilalnya. Karena ini kegiatan rutin setiap tahun, yang menjadi petugas itu latar belakangnya orang amanah dan memiliki kemampuan di bidangnya," kata Lukman di kompleks Istana Wapres, Jakarta, Kamis, (26/6).

Dalam sidang Isbat ini, kata Lukman, akan diundang tokoh agama, ulama, ormas Islam, dan ahli astronomi. Pengumuman penentuan hilal akan dilaksanakan pada Jumat pukul 19.00 WIB.

"Ada tiga puluh tiga titik disebar apakah hilal bisa dilihat. Pengumuman setelah Maghrib," tandas Lukman. (flo/jpnn)

Kamis, 26 Juni 2014 , 17:59:00

Top