Guruku Orang-Orang dari Pesantren Karya Prof.KH.Saifuddin Zuhri

Buku ini mencatat dengan baik sekali kiprah orang-orang pesantren di masa revolusi. Berkisah tentang perjuangan kalangan kiai dan santri dalam fase krusial bangsa yang ingin berdikari, semasa merebut kemerdekaan melalui perjuangan fisik dan diplomasi, saat mempersiapkan proklamasi, hingga mempertahankannya dari kekuatan asing yang ingin berkuasa kembali.

Banyak nilai positif yang layak diteladani untuk melanjutkan perjuangan membangun masa depan. Sumbangan terpenting para ulama dan kaum santri

Memaknai Sejarah Islam dengan Kearifan Setempat: sebuah Pengantar

Sejarah adalah bagian terpenting dari peradaban umat manusia. Kita dapat mengetahui dan memahami sebuah peristiwa di masa lalu berkat jasa para penulis sejarah yang rela menyisihkan sebagian waktunya untuk mengumpulkan penggalan informasi berbagai peristiwa yang terserak, dan kemudian merekonstruksikannya menjadi sebuah karya. 

Tidak mudah untuk menulis sebuah karya sejarah, apalagi kalau peristiwa yang ingin diceritakan ulang itu terjadi membentang ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

Doa Akasyah: Amalan Tetap Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Prof. KH. Saifuddin Zuhri, Ulama Pejuang Kemerdekaan

Buku ini disusun dengan tujuan agar pemikiran, sikap, dan perjuangan Prof. KH. Saifuddin Zuhri dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa dalam mengarungi bahtera kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Prof. KH. Saifuddin Zuhri, sosok yang pernah keluar masuk hutan untuk bergerilya lalu pernah menjadi seorang menteri, adalah cermin seorang pribadi yang bersahaja dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Kehidupan beliau, mulai dari usia belasan tahun sam­pai meninggal dunia,

Menapak Jejak Mengenal Watak 29 Tokoh Nasional NU

Buku ini mengisahkan secara garis besar kehidupan para kiai pendiri dan penggagas organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama. Kisah-kisah yang tersaji di dalam buku ini dapat memberikan gambaran tentang jejak langkah perjuangan dan peran historis para ulama sejak dalam penumbuhan kesadaran nasionalisme awal di nusantara, perlawanan terhadap imperialisme, hingga berdirinya Republik Indonesia merdeka. Buku yang diberi kata pengantar oleh Gus Mus ini juga menggambarkan pasang surut pengabdian NU

Top