Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan agama, Indonesia memiliki konsekuensi logis dari kebesarannya tersebut, yakni keberagaman dan perbedaan. Karenanya, masalah intoleransi tidak selalu berawal karena faktor agama. Intoleransi bisa bermula dari masalah ketidakadilan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saefuddin, dalam dialog pilar negara yang bertemakan 'Toleransi Umat Beragama' di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/6). "Saya yakin, toleransi dimiliki oleh setiap penganut agama. Konflik itu muncul tak selalu berawal dari agama. Menurut saya ini masalah ketidakadilan saja, agama hanya jadi faktor penguat justifikasinya," ujarnya.
Ia menjelaskan, justifikasi yang dimaksud adalah pemahaman agama yang diintroduksi dari pihak luar atau asing yang tidak sesuai dengan realitas kemajemukan Indonesia. Hal ini, kata Lukman, menjadi tantangan bagi tokoh-tokoh agama untuk mengembalikan lagi esensi agama agar hubungan sesama manusia tidak rusak dalam menjalankan agamanya.
"Intinya, ketidakadilan yang berakar hukum yang lemah. Agama juga perlu dibenahi agar kita kembali ke esensi jalan yang benar. Kita perlu kembali ke jati diri," pungkasnya. (AN)
Selasa, 11 Juni 2013 | 04:32 WIB
Editor: Afwan Albasit
