Rabu, 3 Juli 2013 23:38 WIB
Oleh: Jaka Suryo
Jakarta (Antara Jogja) - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saefuddin menilai Forum Silaturahim Anak Bangsa bisa menjadi oase dan tempat singgah yang sejuk bagi seluruh anak bangsa dalam merajut perdamaian serta kebhinekaan.

"Kehadiran FSAB ini bisa menjadi oase dan tempat singgah yang menyejukkan bagi siapa saja, bagi bangsa Indonesia yang ingin merajut perdamaian serta kebhinekaan" kata Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saefuddin saat peluncuran buku "The Children of WAR" di Senayan Jakarta, Rabu.

Buku yang digagas FSAB ini berisikan cerita-cerita dan pengalaman para anggota FSAB yang menjadi korban dari sebuah konflik.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan bahwa kekayaan terbesar Indonesia adalah keragaman. Dengan keragaman tersebut, tambahnya, bangsa Indonesia menjadi penuh warna warni, yang saling mengisi bukan untuk saling menegasi.
"Keragaman anak bangsa ini harus menjadi rahmat," katanya.

Menurut dia, apa yang dilakukan FSAB ini bisa menjadi contoh bagaimana menyelesaikan sebuah konflik dengan saling memahami dan mengerti. Lukman menjelaskan bahwa sejatinya toleransi adalah untuk saling memahami dan mengerti, bukan saling menuntut dan meminta.

Sebelumnya, Agus Widjoyo mengatakan pengalaman atas kesalahan masa lalu bisa dijadikan pengalaman bukan untuk mencari siapa yang salah tetapi menjadi pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Hadir dalam peluncuran buku tersebut antara lain Sholahudin Wahid, Luhut Panjaitan, Fahrul Rozi, Kristien Panjaitan, Amelia Yani, Agus Widjoyo, Sarjono Kartosuwiryo, dan ratusan undangan lainnya. (J004)

Editor: Masduki Attamami