TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Perlu menjadi renungan tentang pudarnya nasionalisme di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Tentu saja ini hal yang perlu diwaspadai bila tidak nasib negara Indonesia seperti Uni Soviet.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan R Rakyat (MPR) Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan bahwa problem nasionalisme di Indonesia saat ini ad ada semacam proses krisis identitas sebagai bangsa indonesia.
"Jadi rasa bangga sebagai orang indonesia kita ini menurut hemat saya sudah menghadapi semacam erosi atau pengkikisan," ungkap Lukman dalam diskusi 'Jejak Nasionalisme, Demokrasi dan Masa Depan Keadilan' di Kantot Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Gerakan Keadilan (DPP PGK), Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memandang permasalahan tersebut cukup mengkhawatirkan dan harus dilihat sesuatu yang sangat serius.
"Kita lihat saja dievent-event mana pun seminar, diskusi perguruan tinggi, media, pers, apalagi aktivis, semuanya seakan tidak lagi bangga sebagai bangsa Indonesia," ungkapnya.
Kecaman dan hujatan terhadap penyelenggara negara sudah sangat luar biasa dan seakan menjadi pemandangan yang biasa.
Keadaan seperti ini tentu saja mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Saat ini ada 250 juta lebih penduduk Indonesia, bila terus terkikis rasa nasionalisme di dalam diri anak bangsa maka ini menjadi permasalahan serius.
"Kedepon perlu bagaimana kita menghadapi ini, jadi opinion leader (pembentuk opini) ini tentu para elit, akademis, aktivis, dan media. Ini jangan kemudian merasa persoalan ini ringan-ringan saja karena nasib 10 tahun, 25 tahun, atau 50 tahun kedepan apakah kita akan tetap meng-Indonesia seperti sekarang atau jangan-jangan pengalaman unisoviet itu terjadi pada diri kita, negara yang luar biasa hebatnya, super power jadi terpecah 8 negara sehingga tidak punya peran cukup berarti dalam percatuan dunia internasional," paparnya.
Dikatakan Lukman, Indonesia mempunya potensi seperti Unisoviet mengingat Indonesia terdiri dari bermacam-macam latar belakang budaya dan sebagainya.
"Kita punya potensi ke arah sana karena perbedaan dalam diri kita memang luar biasa besarnya, keragaman kita memang luar biasa besarnya," ucapnya.
Sabtu, 31 Agustus 2013 21:28 WIB
Jangan Sepelekan Merosotnya Rasa Nasionalisme Bangsa
- Written by: Redaktur
