menteri agamaMetrotvnews.com, Jakarta: Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pameo itu bisa jadi berlaku buat Lukman Hakim Saifudin. Jejak Lukman nyaris persis dengan karier politik bapaknya, Saifuddin Zuhri.

Saifuddin Zuhri adalah Menteri Agama kesembilan dan capaian itu dituruti oleh Lukman ketika dia dilantik menjadi Menag ke-21 oleh Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 9 Juni 2014.

Lukman, lahir di Jakarta, 25 November 1962, bukan anak kemarin sore di dunia organisasi dan politik. Jauh sebelum menjadi Menag, dia telah membangun jejaring di ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan PPP.  Itu dimulai ketika Lukman menjadi Wakil Sekretaris PP-LKKNU (1985-1988).

Lukman pernah pula menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU (1992-1995),  Anggota Pengurus Lembaga Pusdiklat DPP PPP (1994-1999), Ketua Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan DPP PPP (1999-2003), Sekretaris PH DPP PPP (2003-2007), dan Ketua PH DPP PPP (2007-2012).

Di Parlemen, nama Lukman sudah tertancap sejak 1997. Lukman menyandang jabatan anggota dewan sampai 2009. Dia lantas menjajaki kursi pimpinan MPR 2009-2014, sebagai Wakil Ketua.

Karirnya melejit sesaat sebelum pemerintahan berganti nakhoda tahun ini. Dia ditunjuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Agama menggantikan seniornya, Suryadharma Ali, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji di Kemenag. Namun, jabatan itu cuma seumur jagung lantaran pemerintahan SBY-Boediono pun berakhir terhitung sepekan lalu.

Ternyata, nama Lukman tak hilang dari radar Jokowi-JK. Pengganti SBY-Boediono itu memanggil kembali Lukman untuk meneruskan kerja mempimpin Kementerian Agama periode 2014-2019.
JCO


Achmad Zulfikar Fazli - 26 Oktober 2014 18:14 wib