Lukman Hakim Saifuddin
  • Home
  • Figure
  • News
  • Opinion
  • Election
  • Teladan
  • Buku

MPR Gali Formula Perbaikan Komisi Yudisial

Written by: Redaktur

[JAKARTA] Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya ingin menggali masukan terkait formula yang tepat untuk Komisi Yudisial di masa mendatang.

"Kita ingin mendapatkan formula dan rumusan yang tepat tentang format Komisi Yudisial ke depan seperti apa," katanya saat pembukaan diskusi terbatas "Urgensi penguatan KY sebagai lembaga kekuasaan kehakiman" di Jakarta, Kamis (5/12).

Diskusi tersebut dilaksanakan oleh Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan MPR dengan Komisi Yudisial.

Lukman menjelaskan sekarang ini dinamika di masyarakat sangat besar sekali. Harapan masyarakat kepada KY sangat besar.

"Kemungkinan pada saat perumusan Amandemen UUD 45 mungkin suasananya sangat berbeda dengan saat ini," katanya.

Menurut Lukman, dua fungsi KY, yakni pmenjaga kemandirian serta independensi MA dan MK, dan menjaga integritas para hakim MA dan MK.

"Bagaimana menjaga keduanya tetap terjaga kemandirian dan terjaga integritas hakimnya," kata Lukman.

Lukman menjelaskan terkait pengawasan harus dimaknai dalam rangka menjaga martabat dan keluhuran hakim, bukan untuk mencari-mencari masalah atau kesalahan. [Ant/L-8]

Kamis, 5 Desember 2013 | 19:12

Almarhum Munir Disejajarkan dengan Nelson Mandela

Written by: Redaktur

TEMPO.CO, Malang-Aktivis yang juga ekonom Faisal Basri menilai jasa Munir bisa disetarakan dengan jasa Nelson Mandela bagi Afrika Selatan dan dunia. Bila rakyat Afrika Selatan sangat membanggakan Nelson Mandela, maka rakyat Indonesia pun pantas membanggakan Munir. "Bila Afrika Selatan membanggakan Nelson Mandela, kita pun patut membanggakan Munir,” kata Faisal saat memberikan testimoni dalam pembukaan Omah Munir Minggu, 8 Desember 2013.

Faisal berkomentar Omah Munir dapat menjadi dokumen yang lengkap untuk mempelajari HAM di Indonesia, yang bisa dikunjungi oleh siapa pun. “Jangan lupa, ini harus dirawat karena menjadi tanggung jawab kita bersama. Semangat (almarhum) Munir tiada duanya dan semangat itu harus merasuk ke dalam pribadi-pribadi pemuda."

Dalam kesaksiannya, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan banyak masyarakat Indonesia tidak mengetahui bahwa pejuang hak asasi manusia, Munir Said Thalib alias Munir. Padahal, kata dia, Munir berjasa besar dalam penataan sistem hukum Indonesia.

Lukman mengaku lewat Munir-lah, dirinya dan sebagian legislator di Senayan mendapat banyak masukan bagaimana menanamkan norma-norma dasar HAM. Munir disebutnya sebagai tokoh di belakang layar yang membidani kelahiran Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Tap MPR itu kemudian mendasari disusunnya Undang-Undang HAM. “Itulah pertama kalinya norma-norma yang sangat mendasar tentang HAM diwadahi dalam hukum kita secara resmi,” kata Lukman Hakim

Omah Munir merupakan museum HAM pertama di Indonesia yang berlokasi di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Sesuai namanya, museum ini didedikasikan untuk mengenang dan merawat perjuangan Munir Said Thalib, pejuang HAM asal Kota Batu, yang lahir pada 8 Desember 1965 dan meninggal karena diracun pada 7 September 2004. Peresmian Omah Munir dilakukan bertepatan dengan ulang tahun Munir ke-48.

Acara pembukaan Omah Munir dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan, seperti aktivis HAM, akademisi, mahasiswa, seniman, dan politikus. Selain Lukman dan Faisal, hadir pula antara lain aktivis HAM Usman Hamid; Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso; Wakil Wali Kota Malang Sutiaji; bekas Hakim Konstitusi yang juga Dewan Pengawas Omah Munir, Abdul Mukthie Fadjar, serta Anggota Komisi Nasional HAM Roichatul Aswidah. Sedangkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko datang saat pintu Omah Munir dibuka dan isinya dipamerkan.

ABDI PURMONO

Minggu, 08 Desember 2013 | 21:15 WIB

Nelson Mandela Inspirasi Berdamai dengan Masa Lalu

Written by: Redaktur

Jakarta (Antara) - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menilai mantan presiden Afrika Selatan Alm. Nelson Mandelan adalah tokoh yang menginspirasi bagaimana bisa berdamai dengan masa lalu.

"Nelson Mandela adalah tokoh yang amat memotivasi sekaligus menginspirasi bagaimana kita semestinya mampu berdamai dengan masa lalu," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Jumat.

Menurut Lukman rekonsiliasi yang ditempuh Nelson Mandela untuk bangsanya yang memiliki sejarah masa lalu yang begitu kelam patut dipelajari.

"Kita bisa ambil sisi-sisi positifnya guna tetap menjaga dan memelihara keutuhan kita sebagai bangsa yang majemuk dengan sejarah masa lalunya yang beraneka ragam," kata Lukman.(rr)

Antara – 6 jam yang lalu

Page 95 of 185

  • 90
  • 91
  • 92
  • 93
  • 94
  • 95
  • 96
  • 97
  • 98
  • 99

Toko Buku

flyer buku cet ke 15

Pesan Langsung di Sini. Tersedia di Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.