- Written by: Redaktur
JAKARTA (Suara Karya): Kursi Ketua MPR yang lowong pasca-meninggalnya Taufiq Kiemas tetap menjadi jatah Fraksi PDI Perjuangan. Untuk itu, Fraksi PDIP MPR diminta segera mengusulkan satu nama pengganti untuk dibahas pimpinan MPR.
Pendapat itu disampaikan Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari, dan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta kemarin.
"Pengganti Pak Taufiq Kiemas harus dari anggota MPR yang diusulkan oleh Fraksi PDIP," kata Lukman Hakim Saifuddin. Hal itu, menurutnya, termaktub dalam peraturan MPR. Ketentuan itu harus dihormati fraksi lain di parlemen.
"Tata tertib (Tatib) MPR mengatur bahwa harus diusulkan oleh fraksi asal dari yang berhalangan tetap," kata Wakil Ketua Umum DPP PPP itu.
Pandangan senada disampaikan Hajriyanto Y Tohari. Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, pengganti Taufiq tentu adalah kader potensial dari Fraksi PDIP.
"Yang pasti, PDIP mendapatkan hak untuk menempatkan unsur pimpinan sebagai pengganti Pak Taufiq Kiemas," katanya.
Namun, pendapat berbeda disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR Martin Hutabarat. Menurut dia, pengganti Taufiq Kiemas tidak harus dari PDIP. Sebab, menurut dia, Taufiq terpilih sebagai Ketua MPR sebagai hasil konsensus fraksi-fraksi di DPR.
"MPR berbeda dengan DPR. Pimpinan DPR itu pemenang pemilu jadi ketua, kalau MPR itu konsensus," kata Martin.
Dia menjelaskan, sosok Taufiq kala itu diterima semua fraksi karena dianggap tokoh senior yang sangat bersahabat. "Karena figur Pak Taufiq, maka kita semua sepakat, meski PDIP hanya pemenang nomor tiga," katanya.
Karena itu, bisa saja PDIP kehilangan kursi Ketua MPR, namun peluang PDIP mempertahankan kursi Ketua MPR itu masih ada jika PDIP mengusulkan tokoh kuat.
"Terbuka kemungkinan penggantinya bisa dari PDIP atau dari partai lain. Bisa terbuka kemungkinan fraksi lain. Sekiranya PDIP mencalonkan pengganti Pak Taufiq adalah orang yang memiliki figur seperti Pak Taufiq, maka kemungkinan besar semua fraksi akan konsensus menerimanya," ucap Martin.
Secara terpisah, adik Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, angkat bicara soal kans menjadi Ketua MPR. "Ya, bisa saja, apabila ada sidang MPR dan partai mengusulkan, saya rasa bisa saja," kata Guruh saat ditanya kans dirinya menjadi Ketua MPR meneruskan perjuangan Taufiq Kiemas.
Hal itu disampaikan Guruh usai mengikuti prosesi pemakaman Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (9/6). Guruh tak memungkiri dirinya kerap berbeda pendapat dengan Taufiq. Namun prinsipnya, menurut dia, pemikiran mereka sama yakni penguatan Pancasila.
"Ya, namanya di dunia politik, pasti ada saja beda pendapat. Tetapi, secara mendasar, kami tidak banyak memiliki perbedaan karena pegangan kami kan Pancasila," kata Guruh.
Di tempat yang sama, politikus senior PDIP Panda Nababan berbicara soal penerus Taufiq di partai. Dia menilai, dua anak almarhum pantas menggantikan ketokohan ayahnya. Mereka adalah Mohammad Prananda Prabowo dan Puan Maharani.
"Saya rasa semua anaknya cocok. Kalau untuk bidang politik, ada Nanan (Prananda) dan Puan. Mereka memang dibesarkan di dunia politik," ujar Panda seusai menghadiri pemakaman Taufiq Kiemas di TPU Kalibata, Minggu (9/6).
Puan saat ini menjadi anggota Komisi I DPR. Dia juga merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di parlemen. Sementara Prananda atau yang akrab disapa Nanan memang belum terlalu muncul ke publik. Ia lebih banyak mendampingi ibundanya, Megawati Soekarnoputri, dan menyusun berbagai tulisan tentang gagasan Bung Karno.
Nama Nanan sempat mencuat untuk menjadi salah satu tokoh baru di PDI Perjuangan pada Kongres III partai itu pada 2010 di Bali. Namun, Nanan yang terkenal pendiam tetap memilih bekerja di balik layar. Siapa pun yang akan menggantikan Taufiq Kiemas, Panda mengaku kemampuan kedua anak mantan Ketua MPR itu tidak perlu lagi diragukan. Panda pun menuturkan, sifat mendiang yang patut diteladani adalah cerdas dalam memetakan persoalan, tetapi tetap rendah hati.
Taufiq Kiemas wafat karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya pada Sabtu (8/6) malam, di Singapura. Taufiq sempat dirawat di Singapore General Hospital sejak Senin (3/6).
Taufiq kelelahan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (1/6). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. (Kartoyo DS/Feber S/Antara/Tri Handayani)
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada internal PDIP. "Itu urusan internal PDIP. Kita tidak boleh intervensi," ucapnya.
Senin, 10 Juni 2013
- Written by: Redaktur
ALMARHUM Ketua MPR RI Taufiq Kiemas selama hidupnya memiliki kelebihan dalam hal kemampuannya untuk selalu mengajak semua pihak guna berupaya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di banding kepentingan yang lain.
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP Lukman Hakim Saefuddin berpandangan, bahwa almarhum Ketua MPR RI Taufiq Kiemas selama hidupnya memiliki kelebihan dalam hal kemampuannya untuk selalu mengajak semua pihak guna berupaya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di banding kepentingan yang lain.
"Atensinya luar biasa terhadap pelaksanaan program sosialisasi Empat Pilar yang dijalankan MPR," ujar Lukman dalam pesan singkatnya, Sabtu (8/6).
Kata Lukman, hampir 2-3 hari sekali TK mengontaknya melalui telepon hanya untuk memonitor pelaksanaan program-program MPR.
"Dan saya yakin, semua itu ia (TK) lakukan tak hanya kepada saya, tapi juga kepada semua pimpinan MPR yang lain," katanya.
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Charles Siahaan Sabtu, 8 Juni 2013 22:15:11
- Written by: Redaktur
JAKARTA - Rasa kehilangan atas meninggalnya Taufiq Kiemas tak hanya dirasakan keluarga besar Megasati Soekarnoputri dan PDIP. Para kolega Taufiq di pimpinan MPR RI pun merasa kehilangan besar.
Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin mengaku kehilangan sosok Taufiq yang sudah sejak 2009 lalu sama-sama bekerja sebagai pimpinan MPR. Lukman menyebut Taufiq sebagai sosok kebapakan yang mampu mengayomi. "Beliau (Taufiq) dekat dengan hampir semua tokoh politisi dari berbagai partai politik," kata Lukman saat dihubungi, Sabtu (8/6).
Lukman yang juga Wakil Ketua Umum PPP itu menilai Taufiq sebagai sosok yang amat gandrung pada persatuan. "Beliau selalu berupaya untuk mencari kompromi dalam menghadapi konflik atau silang pendapat yang dihadapi," kata Lukman.
Bahkan Lukman menyebut Taufiq telah berhasil mengemban amanat sebagai Ketua MPR dan menjadikan lembaga tinggi negara itu selalu aktif mengajak pihak untuk mengutamakan kepentingan bangsa. Tak lupa, Lukman memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Taufiq.
"Semoga beliau husnul khatimah, diampuni semua kesalahannya, diterima segala amal kebajikannya," pungkasnya. (gil/jpnn)
Sabtu, 08 Juni 2013 , 19:23:00
